Presiden Jokowi: Saat Ini Kita Harus Menanggung Beban Berat Akibat Pandemi Covid-19

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 27 Juli 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 337 2446679 presiden-jokowi-saat-ini-kita-harus-menanggung-beban-berat-akibat-pandemi-covid-19-AgMsuPnJmR.jpeg Presiden Jokowi (tangkapan layar Youtube Setpres)

JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui pandemi virus corona (Covid-19) telah menyebabkan beban berat bagi bangsa Indonesia. Di samping berjuang untuk keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi, Indonesia harus menjalankan sektor pendidikan di tengah pembatasan pertemuan fisik.

"Saat ini kita harus menanggung beban yang berat akibat pandemi Covid-19. Kita harus berjuang mengatasi permasalahan kesehatan dan permasalahan ekonomi. Kita harus berjuang untuk tetap menjalankan proses pendidikan di tengah pembatasan interaksi dan pertemuan fisik," ujarnya saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2021 secara virtual, Selasa (27/7/2021).

Pandemi Covid-19 juga menjadi ujian ketangguhan bangsa untuk menghadapi tekanan yang sangat berat, termasuk di antaranya sektor pendidikan. Karena itu, perguruan tinggi atau universitas diharapkan dapat terus berinovasi di tengah pandemi ini.

Lebih lanjut, Jokowi berujar, pandemi Covid-19 merupakan rangkaian serial disrupsi yang sebelumnya dipicu revolusi industri 4.0. Perubahan lanskap sosial budaya, ekonomi, hingga politik terus terjadi.

Kemudian revolusi industri 4.0 juga melahirkan teknologi cloud computing, internet of things, artificial intelligence, big-data analytics, advanced robotics, hingga virtual reality telah membawa perubahan di semua bidang.

Baca Juga : Jokowi Ingin Kurikulum Universitas Diarahkan ke Industri

Jokowi melihat teknologi telah menjadi master disrupsi. Perdagangan telah bergeser menjadi e-commerce. Dunia perbankan telah terdisrupsi oleh hadirnya fintech dan berbagai e-payment. Dunia kedokteran dan farmasi semakin terdisrupsi oleh healthtech. Profesional hukum juga mulai diguncang oleh rechtech dan dunia pendidikan telah terdistrupsi besar-besaran oleh edutech.

"Lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus memperkuat posisinya sebagai edutech institution. Teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital, digital learning bukan hanya digunakan untuk memfasilitasi pengajaran oleh dosen internal kampus kepada mahasiswa. Yang juga sangat penting adalah memfasilitasi mahasiswa untuk belajar kepada siapapun juga, dimanapun juga, tentang apapun juga," terangnya.

Jokowi meminta rektor terus mengupdate perkembangan terkini dan ke depan kepada para mahasiswa. Menurutnya, banyak pengetahuan dan keterampilan yang menjadi tidak relevan lagi, yang menjadi usang karena hadirnya disrupsi.

Namun, disrupsi juga membawa banyak pengetahuan baru yang dikembangkan lembaga peneliti dan praktisi yang mungkin saja belum sempat dibukukan dan diliteraturkan.

"Banyak jenis pekerjaan yang hilang karena disrupsi, tetapi juga banyak pekerjaan baru yang bermunculan di masa kini dan masa yang akan datang karena disrupsi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini