Jokowi: ASN Jangan Bergaya seperti Pejabat Zaman Kolonial!

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 27 Juli 2021 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 337 2446549 jokowi-asn-jangan-bergaya-seperti-pejabat-zaman-kolonial-3HrJei4D16.jpeg Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus nemiliki semangat untuk melayani masyarakat. Mereka tidak boleh bergaya seperti pejabat zaman kolonial yang justru meminta dilayani masyarakat.

"Setiap ASN harus mempunyai orientasi yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. ASN bukan pejabat yang justru minta dilayani, yang bergaya seperti pejabat zaman kolonial dulu. Itu tidak boleh lagi, bukan zamannya lagi," kata Jokowi dalam acara Core Values & Employer Branding yang digelar Kemenpan-RB secara virtual, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Bersama Ulama, Jokowi Yakin Bisa Lewati Masa Sulit Pandemi Covid-19

Jokowi menegaskan, setiap ASN, di manapun bertugas harus nemegang teguh nilai-nilai dasar yang mempunyai semoboyan yang sama. "ASN yang bertugas sebagai pegawai pusat maupun pegawai daerah harus mempunyai core values yang sama," jelasnya. 

ASN yang berprofesi sebagai dosen, guru, jaksa, dokter, perawat, analisis kebijakan, administrator, juga petugas Satpol PP seharusnya mempunyai nilai dasar yang sama. "Bahkan pegawai BUMN dan pegawai pegawai yang lain juga sebaiknya mempunyai proposisi nilai rujukan yang sama," ucap Jokowi. 

Jokowi ingin setiap ASN mempunyai jiwa untuk melayani dan membantu masyarakat. Karena itu ASN dilengkapi dengan kewenangan dan sumber daya yang diberikan oleh negara.

Baca juga: Pasar hingga Warung Makan Boleh Buka, tapi Kewaspadaan Tak Boleh Longgar

Otoritas dan sumber daya ini harus digunakan secara akuntabel dengan loyalitas tinggi kepada pemerintah, bangsa, dan negara serta menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah dunia yang penuh disrupsi.

"Peningkatan kapasitas dan kompetensi serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan menjadi mutlak bagi ASN. Sebab, banyak sekali masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh satu dinas, oleh satu daerah, oleh satu Klkementerian atau lembaga maupun oleh satu keahlian dan satu disiplin ilmu," tutup Jokowi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini