Aturan Makan di Warteg 20 Menit, Epidemiolog: 1 Menit Saja Bisa Tularkan Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 27 Juli 2021 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 337 2446542 aturan-makan-di-warteg-20-menit-epidemiolog-1-menit-saja-bisa-tularkan-covid-19-ETH6ADmB0n.jpg Epidemolog Dicky Budiman (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah mengambil kebijakan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Jawa Bali mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Salah satu aturannya dalam pelaksanaannya yakni mengizinkan warung makan kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 WIB dengan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

Aturan tersebut tertuang dalam kebijakan tersebut yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Baca juga: Menko PMK ke Pemda: Stok Vaksin Habiskan, Jangan Ditumpuk di Gudang

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan bahwa makan di tempat 20 menit sulit dilakukan pemantauan. Bahkan, kata Dicky penularan Covid-19 cukup membutuhkan waktu 1 menit saja.

“Yang jelas sebetulnya, jangankan 20 menit, sekarang saja 1 menit saja sudah cukup untuk menularkan secara dekat. Jadi inilah, sulit saya menjelaskannya ya karena kondisinya sudah berat ini di kesehatan, di ekonomi, di sosial,” ungkap Dicky dalam keterangan yang diterima, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Pemerintah Sebut Terapkan Prokes dan Vaksin Jadi Kunci Penanganan Pandemi Covid-19

Dicky pun meminta pemerintah agar mencarikan opsi maupun solusi lain untuk para pedagang kecil di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Kalau kesehatan ada? Ya ada, tapi sangat terpinggirkan, lebih sudah kalah sama ekonominya. Jadi menurut saya, saat ini adalah bahwa karena nggak mungkin juga ada solusi lain untuk pedagang kecil ini oleh pemerintah. Sekarang pemerintah yang harus membuat opsi, solusi, kompensasi, namanya. Dengan cara apa? Ya 3T, vaksinasi, visitasi juga lakukan,” katanya.

Opsi lain untuk para pedagang, kata Dicky bisa dilakukan dengan cara membungkus makanan saja, tidak dengan makan di tempat. Pasalnya, dengan makan di tempat maka akan berpotensi menularkan Covid-19.

“Atau kalau memungkinkan sebetulnya ya dibungkus, hal-hal makanan begitu bukan makan di tempat, tapi dibungkus. Nah ini juga kan, siapa yang bisa memantau antriannya? Itu sulit sekali, ini tidak praktis,” papar Dicky.

Baca juga: Makan di Warteg Hanya 20 Menit, Luhut Minta Jangan Kebanyakan Ngobrol!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini