PPKM Berlanjut, Mendagri Minta Daerah Bikin Aturan Lebih Spesifik

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 27 Juli 2021 04:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 337 2446440 ppkm-berlanjut-mendagri-minta-daerah-bikin-aturan-lebih-spesifik-malbjQCz2f.jpg Mendagri, Tito Karnavian (Foto: Kemendagri)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) membuat aturan lebih detail terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, agar sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Tito mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan sejumlah Instruksi Mendagri (Inmendagri) sebagai payung hukum perpanjangan PPKM berlevel. Diperlukan aturan turunan atau teknis pelaksanaan oleh daerah.

"Kita semua berharap dengan adanya Instruksi Mendagri yang substansinya dibuat oleh tim bersama, rekan-rekan kepala daerah, kita harapkan segera untuk melakukan langkah lanjutan," ucap Tito saat jumpa pers virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/7/2021).

"Mulai dari rapat koordinasi dengan Forkompinda, dan kemudian mengeluakran produk kebijakan baik dalam surat edaran, instuksi gubernur, bupati/walikota. Kemudian kalau bisa lebih spesifik sesuai dengan karakterisitik daerah masing-masing, tetapi tidak melampaui apa yang sudah diatur dalam Instruksi Mendagri yang berlaku secara nasional," tambahnya.

Mantan Kapolri ini menuturkan, rapat Forkopimda perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi di tingkat daerah. Dengan demikian ketika pelaksanaan di lapangan tidak terdapat perbedaan atau miss. Yang tidak kalah penting, kata Tito, Forkopimda perlu membangun komunikasi dengan organisasi dan tokoh masyarakat dalam rangka mendisiplinkan prokes.

"Kita harapkan juga kepada rekan-rekan kepala daerah ini dapat berkoordinasi tidak hanya dengan unsur pemerintah, tapi juga dengan organisasi, ormas, OKP, yang bisa menjadi mitra, tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh sehingga upaya persuasif, sosialisasi dilakukan dan upaya koersif penegakan hukum merupakan upaya terakhir yang dilakukan," pungkas Tito.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini