Tinjau Kota Balikpapan, Menko PMK Temukan Kelangkaan Obat Covid-19

Carlos Roy Fajarta, · Selasa 27 Juli 2021 00:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 337 2446429 tinjau-kota-balikpapan-menko-pmk-temukan-kelangkaan-obat-covid-19-UWINeXzZ0v.jpg Menko PMK, Muhadjir Effendy (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengecek ketersediaan obat-obatan di gudang obat dan Puskesmas Sepinggan Baru, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (26/7/2021).

"Saya melihat stok obat untuk penanganan Covid-19 masih sangat kurang. Dari laporan yang saya terima jumlah obat antivirus Covid-19 ada yang hanya tinggal 80 tablet (Oseltamifir), dan tinggal 300 tablet (Fapiravir)," ujar Muhadjir Effendy, Senin (26/7/2021).

Muhadjir Effendy mengaku akan melaporkan masalah kurangnya obat antivirus Covid-19 ke pusat supaya ada kepastian pasokan tambahan.

"Saat ini kebutuhan obat antivirus itu menjadi hal yang sangat penting bagi mereka yang terpapar Covid-19 mulai dari mereka yang tanpa gejala, gejala ringan, sampai gejala berat," tambah Muhadjir Effendy.

Pihak pemda sudah mengalokasikan APBD untuk menyediakan obat antivirus di puskesmas-puskesmas. Akan tetapi, menurut dia, anggaran APBD akan sangat terbatas.

"Karena itu nanti kita akan bahas di tingkat pusat bagaimana mengantisipasi kemungkinan adanya kenaikan status kesehatan orang yang semulanya OTG ringan, menjadi sedang atau berat. Maka sebaiknya ada obat antivirus yang disediakan di puskesmas-puskesmas," kata Muhadjir Effendy.

Ia juga mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliaty bahwa jumlah vaksinasi di daerah tersebut masih sangat rendah.

"Untuk proses vaksinasi tahap pertama baru sebanyak 21,3 persen dari total penduduk, dan untuk proses vaksinasi tahap kedua baru sekitar 10 persen," ungkap Muhadjir Effendy.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini