Kapuskes: Banyak Permintaan Pengurangan Nakes di Wisma Atlet, tapi Kita Tolak

Antara, · Senin 26 Juli 2021 22:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 337 2446408 kapuskes-banyak-permintaan-pengurangan-nakes-di-wisma-atlet-tapi-kita-tolak-GXOoe0cY8j.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

JAKARTA - Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Tugas Ratmono mengatakan bahwa penolakan pengurangan tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet merupakan keputusan tepat.

"Kita memang harus mengantisipasi kemungkinan terburuk," kata Mayjen TNI Tugas Ratmono di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Ia menyebutkan pada 17 Mei 2021 jumlah pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 878 orang, berarti angka hunian di bawah 20 persen. Angka ini jauh di bawah puncak sebelumnya pada 24 Januari 2021 sebanyak 5.036 pasien.

Rendahnya jumlah pasien membuat banyak kalangan mendesak RSDC Wisma Atlet Kemayoran untuk mengurangi jumlah tenaga kesehatan secara signifikan, namun permintaan tersebut ditolak.

Dokter militer asal Kebumen Jawa Tengah tersebut mengatakan jika RDSC Wisma Atlet mengumumkan daya tampung pada saat itu 5.994 tempat tidur, maka tenaga kesehatan pun harus siaga dengan jumlah itu.

Baca juga: Berkurang 156 Orang, 4.780 Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet

Ia memahami dinamika pandemi Covid-19 sewaktu-waktu bisa melesat secara tiba-tiba. Selain itu, penolakan pengurangan tenaga kesehatan juga berdasarkan analisa data-data lapangan.

"Banyak permintaan agar tenaga kesehatan di sini dikurangi, tetapi permintaan itu kita tolak," ujarnya.

Sebab, lanjutnya, fasilitas kesehatan harus selalu bersiaga menghadapi kemungkinan terburuk. Apalagi, pada Mei terjadi arus mudik. Seperti sebelumnya, setelah libur panjang kasus Covid-19 naik. "Kita tidak ingin tidak siap jika kasus tiba-tiba naik," kata Mayjen Tugas Ratmono.

Baca juga: Ramai Donasi Kaos Oblong Bekas untuk Tim Medis Wisma Atlet, Kominfo: Hoaks

Sebelumnya, pada 28 Oktober 2020 ia juga melakukan tindakan yang sama. Saat itu angka hunian di RSDC Wisma Atlet Kemayoran tinggal 17 persen dan pasien yang dirawat hanya di tower lima saja.

Melihat penurunan drastis di RSDC, Satgas penanganan Covid-19 meminta Mayjen TNI Tugas Ratmono untuk melakukan relaksasi tenaga kesehatan dengan memulangkan ke berbagai daerah.

Permintaan tersebut lagi-lagi tidak bisa dipenuhi oleh RSDC karena Tugas Ratmono melihat adanya potensi kenaikan kasus COVID-19 akibat libur panjang 28 Oktober hingga 2 November 2020.

Baca juga: Sri Mulyani Tambah Insentif Nakes Rp1,08 Triliun, Jumlah Dokter dan Perawat Diperbanyak

Seperti pada Oktober 2020, keputusan Mayjen Tugas Ratmono selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet yang menolak mengurangi jumlah tenaga kesehatan pada Mei 2021 adalah keputusan tepat.

Hal itu terbukti pada Juni hingga Juli 2021 kasus Covid-19 di Indonesia melesat tajam. "Bahkan, Indonesia sempat menjadi episentrum Covid-19 di dunia," ujarnya.

Baca juga: Berkurang 156 Orang, 4.780 Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini