Cerita Majapahit : Ketika Raja Jawa Dincar Bangsa Tartar

Tim Okezone, Okezone · Selasa 27 Juli 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 337 2446389 cerita-majapahit-ketika-raja-jawa-dincar-bangsa-tartar-LrN4zh8NVE.jpg Situs peninggalan kerajaan Majapahit (foto: ist)

JAKARTA - Selain berhubungan dagang dan menjalin persahabatan dengan negara-negara asing, sejarah berdirinya Majapahit juga tidak lepas dari keberadaan orang-orang Tatar. Tujuan orang-orang Tartar datang ke Pulau Jawa, adalah untuk menghukum Raja Jawa yaitu Kertanegara, yang telah melukai wajah utusan Kaisar Kublai Khan.

Pada Kitab Pararaton disebutkan, cerita Raden Wijaya yang bersekutu dengan tentara Tartar untuk melawan Jayakatwang di Daha.

Baca juga:  Kisah Cinta Damarwulan dan Kencono Wungu, Syaratnya Bawa Kepala Minak Jinggo

Berikut kutipan Kitab Pararaton pupuh VI yang berhubungan dengan hal tersebut, seperti dikutip dari buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota", editor Prof Dr Inajati Adrisijanti yang diterbitkan Kepel Press, 2014 :

“...sakawulanira. Raden wijaya angajak ing sira wiraraja amerepeng daha. Sirawiraraja anayuti, angucap ing utusan: aja geru, hana upayanisun manih, matura sira ki pangalasanira ring sira pangeran, isun amitra lawan sang satu ring tatar, isun tawanane rajaputri, sira ta kaki pangalasanira, muliha mangke iki maring majapahit.

 Baca juga: Kisah Cinta Raden Wijaya dengan 4 Putri Kertanegara dan Dara Petak

Sapungkurira sun akirim surat maring tatar, apan parahu saking tatar mangke hana adagang merene. Hana parahunisun, sun kon milua maring tatar, angajak amerep ing Daha; lamun huwus kalah sang ratu ring daha, hana rajaputri ring tumapel hayu, sanusa jawa tan hanamadani, irika akua ring ratu tatar, iku pangapusisun ing ratu tatar...”.

Yang artinya adalah "Raden Wijaya mengajak Wiraraja menyerang Daha, namun Wiraraja tidak tergesa-gesa menerimanya dan berkata kepada utusannya: jangan tergesa-gesa dahulu, aku masih mempunyai muslihat, aku akan berteman dengan raja orang Tatar yang akan kutawari seorang puteri bangsawan. Hendaklah kamu pulang ke Majapahit sekarang.

Sepeninggalmu, aku akan berkirim surat ke Tatar karena perahu orang-orang Tatar yang berdagang sedang menuju ke sini. Aku mempunyai perahu yang akan kusuruh ikut serta ke Tatar, agar menyampaikan ajakan untuk menyerang Daha. Jika raja Daha telah kalah maka puteri-puteri bangsawan di Tumapel, yang cantik dan tak ada yang menyamainya di seluruh Jawa, itu dapat dimiliki oleh raja Tatar, demikian muslihatku terhadap raja Tatar...”. (din)

(rhs)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini