Kisah Kuli Bangunan hingga Tukang Parkir Berhasil Jadi Polisi

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 27 Juli 2021 06:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 337 2446383 kisah-kuli-bangunan-hingga-tukang-parkir-berhasil-jadi-polisi-JKeXivil9J.jpg Wahyu Setiaji, tukang parkir yang berhasil menjadi polisi. (Foto : Divhumas Polri)

MENJADI abdi negara merupakan impian banyak anak muda di Indonesia. Namun, terkadang hal itu harus pupus karena kondisi ekonomi yang kurang baik. Akan tetapi, faktor ekonomi seharusnya tidak menghalangi langkah seseorang dalam menggapai cita-citanya. Berikut adalah cerita inspiratif masyarakat kecil yang menjadi polisi.

1. Wahyu Setiaji

Wahyu patut berbahagia dan berbangga diri. Sebab, ia berhasil menjadi anggota polisi dalam seleksi tahun ini. Dirinya berasal dari keluarga kurang mampu. Sebelumnya, Wayu bekerja menjadi tukang las dan tukang parkir di sekitar Polres Mataram. Dilansir dari unggahan video yang ada di laman Instagram Divisi Humas Polri pada 14 Juli 2021, Wahyu mendaftar dan mengikuti seleksi masuk Polri setelah melihat pengumuman yang ada di baliho Polres Mataram. Ia lantas mempersiapkan diri dengan berlatih keras untuk mengikuti seleksi. Kini, ia terpilih untuk mengikuti pendidikan pembentukan anggota Polri di Polda NTB.

2. Bripda Krisma Ariya Gus Saputra

Bripda Krisma, anak seorang pemulung ini sukses menjadi anggota polisi. Meskipun memiliki keterbatasan ekonomi, namun Krisma tetap optimis menjemput impiannya sebagai anggota polisi. Dilansir dari berbagai sumber, Krisma mulai mempersiapkan diri sejak naik ke kelas 3 SMA. Ia banyak memperoleh informasi melalui buku dan internet. Hingga akhirnya, memberanikan diri mendaftar ke Polres Pangkalpinang. Setelah melewati tahapan seleksi yang sangat ketat, Krisma dinyatakan lulus sebagai siswa dan berhak mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara Polda Kepulauan Bangka Belitung.

3. Iptu Septia Intan Putri

Siapa sangka, Kasat Narkoba Polres Tanjabbar, Iptu Septia Intan Putri merupakan seorang anak penjual sayur. Sebelum berhasil menggapai cita-citanya menjadi seorang Polwan, Septia mengaku sempat diremehkan orang-orang di sekitarnya. Mereka beranggapan, jika seleksi masuk Polri membutuhkan biaya besar. Sehingga, Septia yang berasal dari keluarga kurang mampu tak mungkin sanggup mengikutinya. Namun, kegigihan Septia dalam berjuang mampu membuktikan bahwa omongan tersebut salah. Ia berhasil menjadi Polwan, bahkan juga dipercaya menjadi Kasat Narkoba.

4. Bripda Asrul

Anggota Polisi asal Sulawesi Selatan, Asrul mampu mewujudkan cita-citanya menjadi seorang anggota polisi. Asrul memang berasal dari keluarga kurang mampu. Sebelum mendaftar menjadi anggota polisi, dirinya bekerja sebagi kuli bangunan. Sementara, ayahnya, Syamsuar hanya berprofesi sebagai pemecah batu. Dikutip dari berbagai sumber, Asrul rajin menabung dari pendapatannya selama menjadi kuli. Tabungan itulah yang kemudian digunakan Asrul untuk mengikuti seleksi. Seperti biaya makan dan minum, fotokopi dan biaya foto. Perjuangan serta doa yang kuat dari Asrul dan orangtuanya membantu Asrul hingga berhasil lolos sebagai anggota polisi.

5. Bripda Eka Yuli

Meskipun memiliki kondisi ekonomi yang kurang baik, namun Eka Yuli tetap berniat mewujudkan cita-citanya menjadi seorang Polwan. Bahkan, ia memiliki impian mulia lain, yakni memberangkatkan kedua orangtuanya ke Tanah Suci untuk beribadah haji.

Wanita asal Salatiga, Jawa Tengah ini sudah membantu sang ayah yang berprofesi sebagai tukang tambal ban sejak duduk di bangku SMP. Keinginan Eka untuk menjadi Polwan sempat terbentur restu orangtuanya, terutama sang ibu. Satu hal yang dikhawatirkan adalah, proses seleksi Polwan membutuhkan biaya besar. Sementara, orangtua Eka tak mampu membiayainya.

Namun, saat kelulusan SMK, Eka mendapat suntikan motivasi dari gurunya untuk mencoba peruntungan mendaftar ke Polresta Salatiga. Bermodal keyakinan dan usaha keras, Eka berhasil lolos dan menempuh pendidikan Secaba Polri, Kota Semarang. Prestasinya sangat gemilang ketika lulus dari Secaba. Ia menduduki peringkat ke-7 dari total 7.000 siswa di pendidikan kepolisian se-Indonesia. (diolah dari berbagai sumber/Ajeng Wirachmi/Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini