Gempabumi M 6,5 Guncang Tojo Una-Una Sulteng, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 26 Juli 2021 21:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 337 2446382 gempabumi-m-6-5-guncang-tojo-una-una-sulteng-bmkg-belum-ada-laporan-kerusakan-N3cu0z9f7h.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi gempa pada Senin, 26 Juli 2021 pukul 19:09:07 WIB wilayah Teluk Tomini.

Hasil info pendahuluan BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan M=6,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=6,3. Hingga pukul 19.40 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) M=3,4.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,77° LS; 121,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 58 km arah Timur Laut Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno melaporkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi karena Sesar Lokal.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan normal ( Normal Fault ),” ungkap Bambang dalam keterangan resmi yang diterima.

Sementara itu, BMKG mencatat guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah daerah Ampana dengan skala V-VI MMI ( Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar).

Kemudian di Luwuk,Poso, Morowali dengan skala V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Bolmong Selatan, Bolmong Timur, Kotamobagu, Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Buol, Bone Bolango, Pohuwato skala III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Tomohon, Manado, Ratahan, Bobong, Konawe Utara, Kolaka Utara, Masamba skala II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu).

Mamuju Tengah, Polewali skala II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” kata Bambang.

BMKG pun menegaskan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Bambang.

BMKG pun meminta kepada masyarakat di Pesisir Bolaang dan Bunta agar menjauhi pantai dan dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tegas Bambang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini