Gempa Tojo Una-Una, BMKG Rekomendasikan Warga Pesisir Bolaang dan Bunta Jauhi Pantai

Tim Okezone, Okezone · Senin 26 Juli 2021 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 337 2446353 gempa-tojo-una-una-bmkg-rekomendasikan-warga-pesisir-bolaang-dan-bunta-jauhi-pantai-Oj5MDNO413.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekomendasikan agar warga di Pesisir Bolaang dan Bunta agar menjauhi pantai setelah adanya gempa bumi Magnitudo (M) 6,3 mengguncang wilayah Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Senin (26/7/2021).

BMKG juga menyatakan gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

"Kepada masyarakat di Pesisir Bolaang dan Bunta agar menjauhi pantai dan diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno.

Baca juga: Hasil Analisi BMKG soal Gempa M6,5 Tojo Una-Una Sulteng

Bambang menambahkan, warga juga diimbau untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. "Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali kedalam rumah," ujarnya.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Sulteng, Warga Sulut Rasakan Getaran 20 Detik

BMKG juga meminta warga yang terdampak gempa untuk memastikan menerima informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Sebelumnya, berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa di wilayah Teluk Tomini merupakan gempa tektonik. Hasil info pendahuluan BMKG menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan M6,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M6,3.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,77° LS; 121,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 58 km arah Timur Laut Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 Km," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno, Senin (26/7/2021).

Bambang menerangkan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi karena Sesar Lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan normal.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Tojo Una-Una Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini