Milad Ke-46, Wapres Ingin MUI Luruskan Khittah dan Langkah

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 26 Juli 2021 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 337 2446255 milad-ke-46-wapres-ingin-mui-luruskan-khittah-dan-langkah-J2lE4bALZa.jpg Wapres KH Ma'ruf Amin. (Foto : Setwapres)

JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin ingin Majelis Ulama Indonesia (MUI) meneguhkan kembali khittah atau garis perjuangannya dalam upaya perbaikan umat. Harapan itu disampaikannya saat menghadiri Milad ke-46 MUI secara virtual.

“Saya ingin mengajak kita semua untuk kembali berusaha meluruskan berbagai hal. Yang harus kita luruskan adalah khittah, meluruskan arah perkhidmatan serta meluruskan langkah dan gerakannya,” ujar Wapres, Senin (26/7/2021).

Menurut Wapres, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wadah para ulama, zu’ama dan para cendekiawan muslim sudah seharusnya menerapkan Khittah Nabawiyah dalam rangka fokus terhadap perbaikan umat.

“Khittah Nabawiyah yang mestinya menjadi khittah-nya para ulama adalah Islahul ummah, melakukan perbaikan ummah. Bukan kita mencari kekuasaan, kemuliaan, bahkan juga bukan mencari kemenangan. Karena semua itu bukan domain kita, itu domain Allah SWT, kemenangan Allah SWT,” tuturnya.

Wapres menegaskan, khittah harus betul-betul dilakukan dengan sebaik mungkin dan harus sesempurna mungkin. Hal ini sangat relevan dengan apa yang disampaikan Sayyidina Ali Ibnu Abi Thalib bahwa sesuatu yang benar tanpa terorganisir dengan baik, bisa dikalahkan oleh yang batil.

Baca Juga : Bersama Ulama, Jokowi Yakin Bisa Lewati Masa Sulit Pandemi Covid-19

Hal ini telah dialami terkait bagaimana perkembangan dunia informasi. Saat ini banyak sekali banjir informasi tidak hanya yang benar melainkan juga yang bohong (hoaks), sehingga antara yang benar dan kebohongan itu menjadi tidak jelas. Maka zaman ini disebut dengan era post-truth, yaitu zaman di mana kebenaran dan kebohongan itu tersamarkan.

“Itulah sebabnya kita harus melakukan penataan yang baik di dalam rangka melaksanakan khittah nabawiyah yang menjadi beban kita. Al khattwah wal harakah dan yang seperti kita juga sudah gariskan bahwa khittah, khattwah kita harus terorganisasi, terkoordinasi dengan benar.” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Fatwa, Prof Dr Hj Huzaemah T Yanggo.

Menurutnya, kehilangan sosok Prof Huzaemah merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan umat, khususnya di MUI. Dikarenakan almarhumah merupakan seorang halimah, salihah, dan merupakan pribadi yang memiliki ilmu tinggi.

Sebelumnya, Ketua Umum MUI Miftahul Achyar mengatakan sampai saat ini MUI bisa menjalankan perannya dengan baik sebagai mitra pemerintah ataupun sebagai pelayan dan penyambung aspirasi umat, khadimul ummah sekaligus Himayatul Ummah, meski terdapat kendala pandemi Covid-19 yang terjadi selama masa periodenya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini