Tukang Parkir Jadi Polisi, Orangtuanya Hampir Pingsan Saking Senangnya

Tim Okezone, Okezone · Senin 26 Juli 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 337 2446032 tukang-parkir-jadi-polisi-orangtuanya-hampir-pingsan-saking-senangnya-DIi1m3NJq2.jpg Wahyu Setiaji, tukang parkir yang bisa menjadi anggota Polri (Foto: Divisihumaspolri)

JAKARTA - Di tengah keterbatasan, bukan berarti seseorang tak bisa menggapai cita-citanya. Seperti dialami Wahyu Setiaji, siapa sangka bisa menjadi polisi, padahal awalnya hanya seorang tukang parkir.

Dibagikan akun Instagram divisihumaspolri, Wahyu mengaku awalnya adalah seorang tukang las. Kemudian, menjadi tukang parkir di Polres Mataram. Di sanalah nasib baik berpihak padanya.

Ia melihat ada baliho dan spanduk pendaftaran untuk menjadi anggota Polri. Dirinya pun memberanikan diri untuk mendaftar.

"Semua berkat usaha dan tekat untuk selalu belajar, berlatih dan berdoa hingga bisa lulus terpilih menjadi bagian dari anggota Polri," tulis akun divisihumaspolri, seperti dikutip Okezone, Senin (26/7/2021).

Baca Juga:  Warga Diminta Lapor Polisi jika Temukan Praktik Calo Kremasi

Dalam video yang dibagikan, terlihat Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto berdialog dengan Wahyu. Berikut petikannya:

"Kamu sebelum masuk polisi apa profesinya? tanya Artanto.

"Siap menjadi tukang parkir," jawab Wahyu.

"Tukang parkir di mana?" tanya Artanto.

"Di depan Polresta Mataram," jawab Wahyu.

"Sebelum jadi tukang parkir?" tanya Artanto.

"Menjadi tukang las," jawab Wahyu.

Baca Juga:  Beredar Video Demo Rusuh pada Sabtu 24 Juli 2021, Polri: Hoaks!

"Kamu daftar polisi dapat info dari mana?" tanya Artanto.

"Informasi dapat dari baliho, spanduk yang ada di Polresta Mataram, Polresta Lombok Timur Pak," jawab Wahyu.

Wahyu mengaku melatih diri sendiri sebelum mengikut tes. Pada saat tes jasmani dirinya lari sendiri, dan saat tes akademik belajar melalui internet, serta bertanya ke kakak, dan teman-teman terdekat.

"Orangtua kamu apa pekerjaannya?" tanya Artanto.

"Bapak saya menjadi tukang ojek, ibu menjadi pedagang nasi," jawab Wahyu.

Wahyu merupakan anak dari pasangan M Nazir dan Masnun. Saat mengetahui anaknya lulus sebagai anggota Polri, kata Wahyu, orangtuanya terharu dan saking senangnya hampir pingsan.

"Bagaimana perasaan orangtuamu?" tanya Artanto.

"Perasaan orangtua saya terharu, sedih dan hampir pingsan, saking senangnya," kata Wahyu.

Wahyu pun memperagakan apa yang disampaikan kepada orangtuanya, dengan menganggap Artanto sebagai orangtua.

"Terima kasih pak telah mendidik saya sampai sebesar ini, dan mengajarkan saya norma agama, pendidikan sampai saat ini,"

"Untuk ibu, saya berterima kasih karena melahirkan saya dan mendidik saya menjadi pribadi yang dapat membanggakan semua orang,"

Wahyu pun mengajak teman-temannya untuk mendaftar menjadi polisi. Dia juga menginformasikan bahwa mendaftar polisi gratis. Bila diterima, tentunya dapat mengangkat derajat keluarga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini