Sidang Vonis Kasus Kebakaran Kejagung Digelar Hari Ini

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 26 Juli 2021 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 337 2445952 sidang-vonis-kasus-kebakaran-kejagung-digelar-hari-ini-OCV6mx0n8v.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengagendakan sidang vonis dalam kasus Kebakaran Gedung di Kejaksaan Agung yang bakal digelar hari ini Senin (26/7/2021). Sidang vonis seharusnya digelar pada awal Juni lalu, namun karena ada beberapa pegawai PN Jaksel yang terkonfirmasi positif covid-19 maka sidang vonis pun ditunda.

"Betul hari ini sidang agenda putusan kasus kebakaran Gedung Kejagung," kata Penasihat hukum para terdakwa, Made Putra Aditya Pradana saat dikonfirmasi MNC Portal.

Made mengungkapkan bahwa sidang vonis nantinya bakal digelar secara tatap muka langsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Harapan kami dari penasihat hukum pastinya yang terbaik untuk para terdakwa. Kita tunggu hasil rapat majelis hakim nanti ya," katanya.

Baca Juga : Viral Mobil Mundur Tabrak Minimarket, Netizen Malah Salfok Aksi Emak-Emak Ini

Sebelumnya, enam terdakwa yakni adalah Uti Abdul Munir, Imam Sudrajat, Sahrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim telah dituntut dengan hukuman yang berbeda. Untuk terdakwa Uti Abdul Munir dengan nomor perkara 52/Pid.B/2021/PN JKT.SEL selaku mandor dituntut hukuman penjara satu tahun enam bulan.

Sementara untuk terdakwa Imam Sudrajat selaku pekerja dalam nomor perkara 50/Pid.B/2021/PN JKT.SEL, JPU menuntut hukuman satu tahun penjara. Lalu, untuk nomor perkara 51/Pid.B/2021/PN JKT.SEL terhadap terdakwa Sahrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim dengan jaksa menuntut hukuman satu tahun penjara.

Jaksa beranggapan jika para terdakwa lalai sehingga mengakibatkan kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Bahkan, tindakan mereka disebut berbahaya bagi orang lain.

"Menyatakan terdakwa telah terbukti melakukan, menyuruh melakukan, turut serta melakukan karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati," ujar JPU.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini