33 Kabupaten Kota di Jawa-Bali Terapkan PPKM Level 3 hingga 2 Agustus, Ini Ketentuannya

Binti Mufarida, Sindonews · Minggu 25 Juli 2021 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 25 337 2445831 33-kabupaten-kota-di-jawa-bali-terapkan-ppkm-level-3-hingga-2-agustus-ini-ketentuannya-hjWVBou6Ok.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan ada 33 Kabupaten Kota di Jawa-Bali yang akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat  (PPKM) level 3 dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

“Untuk PPKM level 3 akan diterapkan di 33 kabupaten kota di Jawa Bali,” ungkap Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (25/7/2021).

Berikut ketentuan kegiatan masyarakat yang diizinkan pada PPKM level 3:

Untuk industri berorientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi dengan pengaturan shift. Dimana setiap shift dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal stafnya 50% di fasilitas produksi dan pabrik sehingga jika beroperasi dengan 2 shift dalam 1 hari maka dapat mengoperasikan dengan kapasitas maksimal 100% staf di fasilitas produksi dan pabrik.

“Tentunya penerapan ketentuan ini harus dengan menerapkan protokol kesehatan pengaturan masuk dan pulang serta makan karyawan yang tidak bersamaan,” kata Luhut.

Luhut mengatakan besok akan dilakukan pembahasan teknis dengan Menteri Perindustrian mengenai hal ini dengan mencontoh penanganan di Kudus. “Besok kami akan khusus melakukan rapat teknis dengan menteri perindustrian dengan mengambil contoh bagaimana penanganan Kudus yang sekarang ini sudah sangat-sangat bagus dibandingkan satu setengah bulan yang lalu,” katanya.

Selanjutnya, pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% dan jam operasional sampai pukul 5 waktu setempat.

Luhut mengatakan pedagang kaki lima (PKL), toko kelontong, agen outlet voucher, barbershop pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan lain-lain yang sejenis dijinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dan pengaturan teknisnya dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Dan teknis sudah kami breaf pada Pemda untuk mereka mengatur dan melakukan penyesuaian sendiri daerahnya dengan protokol kesehatan yang ketat juga,” paparnya.

Luhut juga mengatakan bahwa telah diatur masalah warung makan warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenis, diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung 25% dari kapasitas dan waktu makan maksimal 30 menit dan pengaturan tenis berikutnya diatur oleh pemerintah daerah.

Kemudian, Luhut menegaskan bahwa kegiatan di pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan di wilayah PPKM level 3 dibuka dengan kapasitas maksimal 25% sampai pukul 17.00 waktu setempat. “Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mall, pusat perdagangan dibuka dengan kapasitas maksimal 25% sampai dengan (pukul) 17 waktu setempat,” paparnya.

Pelaksanaan kegiatan konstruksi non konstruksi infrastruktur publik dapat beroperasi dengan maksimal pekerjaan 10 orang.

Selanjutnya, kata Luhut, tempat ibadah, masjid, mushola, gereja, pura, vihara dan klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM level 3 dengan maksimal 25% kapasitas atau 20 orang dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.

“Selanjutnya transportasi umum dan umum angkutan massal taksi konvensional dan online dan kendaraan sewa rental diperlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 50% dengan menerapkan juga protokol kesehatan secara lebih ketat,” papar Luhut.

Kemudian, pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 20 undangan dan tidak makan ditempat yang menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

“Selanjutnya Bapak Ibu sekalian, pengaturan lebih detail akan diatur dengan Instruksi Mendagri yang saya kira akan keluar dalam hari ini atau sore ini atau malam ini,” jelas Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini