Mahfud: Harta dan Jabatan Tak Berguna saat Pandemi, Masuk RS Harus Antre

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 25 Juli 2021 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 25 337 2445728 mahfud-harta-dan-jabatan-tak-berguna-saat-pandemi-masuk-rs-harus-antre-4TFdKsT9OV.jpg Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto : Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan, pandemi Covid-19 menyerang seluruh lapisan masyarakat.

Mahfud mengatakan, korban dari keganasan virus ini mulai dari orang kecil, orang besar (pejabat), tokoh agama, kiai, dokter, ilmuwan, dan elemen masyarakat lainnya.

Di era krisis kesehatan seperti sekarang, Mahfud berujar, tidak ada gunanya harta dan jabatan. Sebab ketika seseorang sakit, harus antre di rumah sakit. Itu terjadi karena penuhnya pasien Covid-19.

"Nah sekarang harta, jabatan, dan sebagainya, ndak ada gunanya, karena sekarang sudah pada antre di rumah sakit ndak dapat tempat. Hartanya banyak mau bayar paling mahal ndak bisa. Ini sudah ditempati orang rumah sakit, begitu banyak orang," kata Mahfud saat menghadiri silaturahimi virtual dengan alim ulama, pengasuh pondok pesantren, ormas Islam, dan pimpinan lembaga keagamaan se-Jawa Barat, Minggu (25/7/2021).

Jika seseorang memiliki harta banyak dan ingin mendapatkan perawatan di luar negeri juga tidak bisa. Pasalnya, seluruh negara di berbagai belahan dunia memberlakukan pengetatan keluar masuk orang atau ditutup.

"Banyak uang mau ke luar negeri ndak bisa berobat ke luar negeri. Kalau dulu orang punya uang, mau ke Jerman, Amerika, Singapura, tinggal milih. Sekarang ndak bisa, di sana ditutup, di sini penuh. Oleh sebab itu ini tinggal kebersamaan kita," tutur Mahfud.

Baca Juga : Mahfud MD: Kebijakan Pemerintah Berpedoman pada Keselamatan dan Kesehatan Rakyat

Ketika awal pandemi Covid-19, Mahfud berujar masih banyak orang tidak percaya dengan virus ini. Alhasil orang pun enggan untuk mengikuti testing dan ditracing. Namun, kini tidak bisa dipungkiri wabah itu nyata bahkan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit penuh.

"Kita dulu, saya ingat dulu Bapak Ridwan Kamil dan kita semua pada Juli seperti ini tahun dulu ya,ya,ya berat. Tapi, dulu kita masih memburu-buru orang untuk mau diobati, untuk mau di tracing, semua pada lari, nggak percaya," tutur Mahfud.

Saat ini, lanjut dia, kebersamaan sangat dibutuhkan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Karenanya peran ulama, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat sangat penting dalam penanganan wabah ini.

Baca Juga : Mahfud MD: Covid Tak Pandang Bulu, Orang Rajin Wudhu dan Sholat Tetap Bisa Kena

"Dalam situasi pandemi dimana kita saat ini hadapi tantangan cukup berat maka peran ulama dalam membangun kesadaran umat dan masyarakat sangat dibutuhkan. Peran tokoh agama, masyarakat, adat, ormas, sangat diperlukan karena kita dituntut untuk bersatu," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini