Jadi Ujung Tonbak Penyampai Informasi, Pers Harus Berempati pada Masyarakat Terdampak Covid-19

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 25 Juli 2021 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 25 337 2445589 jadi-ujung-tonbak-penyampai-informasi-pers-harus-berempati-pada-masyarakat-terdampak-covid-19-awDtpHEpMQ.jpg Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma'ruf Amin. (Foto: Setwapres)

JAKARTA – Sebagai ujung tombak penyampai informasi di era pandemi Covid-19, pers harus terus menumbuhkan empati terhadap mereka yang terdampak dan berjuang menangani wabah, demikian disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Selain terus memegang teguh prinsip-prinsip dan kode etik jurnalistik, jurnalisme juga perlu untuk terus berempati," kata Wapres di acara PWI Bermunajat, Sabtu (24/7/2021).

BACA JUGA: Wapres: Jurnalis Jadi Ujung Tombak Penyampai Informasi di Era Pandemi 

"Berempati pada tenaga kesehatan yang berjibaku di garda terdepan melawan Covid-19, Berempati terhadap para penderita Covid-19; berempati pula terhadap aparat yang tak kenal lelah melakukan edukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 dan mengamankan pelaksanaan PPKM; juga

Berempati terhadap masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19," tambahnya.

Menurut Wapres saat ini adalah waktu terbaik bagi semua pihak untuk menyatukan langkau dan bahu membahu. Mulai dari diri sendiri, lingkungan sekitar, serta meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

BACA JUGA: Ma'ruf Amin "Sentil" Daerah yang Serapan Anggaran Covid-19 Rendah

"Merubah kondisi Indonesia agar segera terlepas dari jerat pandemi Covid-19," terangnya.

Wapres optimis pandemi Covid-19 dapat diatasi bersama-sama dengan upaya maksimal dan saling mengingatkan dalam kebaikan, termasuk dalam berdisiplin terhadap protokol kesehatan dan berpartisipasi dalam program vaksinasi yang saat ini tengah mengejar target untuk mencapai herd immunity.

"Disiplin terhadap protokol kesehatan, mematuhi kebijakan PPKM, dan melakukan vaksinasi adalah bagian dari ikhtiar lahiriah kita bersama. Dan yang hari ini kita lakukan bersama dalam acara PWI Bermunajat “Mengetuk Pintu Langit” merupakan ikhitiar batiniah kita," ucapnya.

Lebih lanjut, Wapres menuturkan, bermunajat adalah doa yang dipanjatkan dengan sepenuh hati, dalam simpuh kekhusyu’an, berbicara secara pribadi dari lubuk hati yang terdalam kepada Allah SWT, Sang Pencipta Alam Semesta, Sang Maha Pemberi, dan Sang Maha Pengampun. Mengharapkan keridhaan, ampunan, bantuan, dan hidayah-Nya.

"Melalui munajat ini kita ketuk pintu langit untuk memohon ampunan dan maghfirahNya. Boleh jadi apa yang kita alami sekarang ini karena dosa-dosa yang kita lakukan. Sebagai manusia biasa kita semua tidak luput dari dosa, kecuali para Nabi dan Rosul yang terjaga dari dosa (maksum)," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini