Kemensos Salurkan 3.000 Paket Beras ke Warga Terdampak Corona di Tuban

Widya Michella, MNC Media · Minggu 25 Juli 2021 06:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 25 337 2445559 kemensos-salurkan-3-000-paket-beras-ke-warga-terdampak-corona-di-tuban-QNGhE6kPvY.jpg Kemensos salurkan beras ke warga Tuban, Jawa Timur (Foto: Kemensos)

TUBAN - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan 3.000 paket beras 5 kg di Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada Sabtu (24/7/2021). Bantuan beras 5 kg tersebut diberikan khusus kepada masyarakat kelompok marjinal yang terdampak pandemi.

Sementara itu, untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) yang mendapat bantuan dari Kantor Pos Tuban sebanyak 120 di Desa Batu Retno dan 177 di Desa Sendang Harjo dengan indeks Rp600 ribu/KPM.

Baca Juga:  Tak Terima Motor Ditarik, Warga Plumpang Tuban Siksa dan Sekap Pegawai Leasing

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, jika bantuan pemerintah 5 kg beras untuk satu keluarga per bulan, bisa jadi tidak cukup. Oleh karena itu, ia memastikan bantuan tidak hanya berasal dari pemerintah pusat namun juga dari pemerintah daerah.

"Bantuan yang bapak ibu terima untuk meringankan beban karena pembatasan aktivitas. Tapi tidak bisa terus-menerus. Karena pemerintah memiliki keterbatasan," ujar Mensos dikutip dalam rilis Kemensos, Sabtu,(24/07/2021).

Mensos Risma pun meminta khususnya masyarakat Tuban dan daerah lainnya benar-benar mematuhi protokol kesehatan dengan baik guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kalau kita tidak mematuhi protokol kesehatan, maka virus ini akan terus bermutasi. Kita tidak selesai-selesai. Kita tidak bisa menggerakkan ekonomi," kata Mensos.

Baca Juga:  Unggah Foto Bareng Bupati Tuban Terpilih, Khofifah: Barangkali Ada Jomblowati Mau Mendaftar

Sebab bila terjangkit virus, maka penanganannya sesuai protokol kesehatan, lebih sulit. Menurutnya, peningkatan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia tidak dibarengi dengan sumberdaya pendukung.

"Tenaga kesehatan terbatas, alat kesehatan termasuk obat-obatan juga tidak mencukupi, kapasitas rumah sakit terbatas, dan sebagainya. Nah itu yang harus dipikirkan," jelas Mensos.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini