Kasatgas Tinjau Kesiapan Wisma Jalak Harupat untuk Isolasi Pasien Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 24 Juli 2021 20:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 337 2445474 kasatgas-tinjau-kesiapan-wisma-jalak-harupat-untuk-isolasi-pasien-covid-19-604aYi0asZ.jpg Kasatgas Covid-19 Ganip Warsito tinjau Wisma Jalak Harupat untuk isolasi pasien Covid-19 (Foto: BNPB)

BANDUNG - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Ganip Warsito meninjau Pusat Isolasi Terpadu untuk pasien Covid-19 di Wisma Atlet Jarak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/7/2021).

Ganip meninjau lokasi tersebut untuk memastikan fasilitas, tenaga medis dan non-medis, juga kondisi ruangan sudah siap untuk mulai menerima warga yang dinyatakan terpapar virus corona.

Pusat Isolasi Terpadu ini nantinya diperuntukkan bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG), agar proses isolasi lebih terpantau.

Pusat isolasi terpadu Wisma Atlet Jalak Harupat memiliki 44 kamar yang diperuntukkan bagi 80 pasien. Kemudian, 12 kamar berada di lantai 1, dan masing-masing 16 kamar di lantai 2 dan 3. Satu kamar terdiri dari 2 ruang tidur, ruang tamu, dan dapur.

Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna, pengoperasian pusat isolasi terpadu ini hanya tinggal menunggu kesiapan dari para personil.

Baca juga: Cegah Imported Case, Satgas Covid Screening Berlapis Pelaku Perjalanan Internasional

"Setelah ini kami akan menginventaris dari sisi SDM untuk kita lihat ketersedian dan kesiapannya. Kalau sudah rampung, insyaallah bisa langsung beroperasi secepatnya" jelas Dadang.

Dadang menyebutkan, saat ini kebutuhan tenaga kesehatan untuk isolasi terpadu di Wisma Atlet Jalak Harupat adalah 8 dokter, 16 perawat, 2 sanitarian, 2 nutrisianis, dan 2 Ahli Teknologi Laboratrium Medis (ATLM).

Baca juga: Ganip Warsito Cek Kesiapan Tempat Karantina untuk Pelaku Perjalanan Internasional

Dalam kesempatan ini, Ganip yang juga menjabat sebagai Kepala BNPB mengingatkan masyarakat untuk selalu menaati protokol kesehatan. Menurutnya, protokol kesehatan adalah hulu untuk menekan kenaikan angka kasus COVID-19 di Indonesia.

"Tetap jaga protokol kesehatan ya, jaga jarak dijaga selalu," kata Ganip disela-sela tinjauannya.

Turut hadir dalam tinjauan tersebut Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjono, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Arief Sulistyanto, dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II TNI Marsdya Imran Baidirus.

Panglima TNI mengatakan, saat ini kasus aktif di Indonesia masih cukup tinggi. Oleh sebab itu, dia mengingatkan seluruh komponen bangsa harus bekerja bersama-sama secara serius untuk menangani pandemi Covid-19. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap kesiapan fasilitas isolasi terpadu ini.

"Kabupaten Bandung, mantap!" Kata Hadi.

Baca juga: Satgas: Penanganan Covid-19 dari Hulu Harus Kuat, Supaya Hilir Tidak Kolaps

Sebelumnya, Kepala BNPB bersama rombongan sudah terlebih dahulu meninjau RSUD Al-Ihsan untuk agenda yang sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini