WHO Anjurkan Indonesia Lakukan Pengetatan, Ini Respons Satgas Covid-19

Erfan Maaruf, iNews · Sabtu 24 Juli 2021 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 337 2445306 who-anjurkan-indonesia-lakukan-pengetatan-ini-respons-satgas-covid-19-Wzd2CFgvc4.jpg Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)

JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito merespons anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) agar RI memperketat pembatasan karena kasus penularan yang tinggi. Wiku menyebut Satgas Covid saat ini masih fokus memantau perkembangan kasus, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pemerintah fokus memantau perkembangan kasus terlebih dahulu, sebagaimana instruksi Presiden dan berusaha menekan angka kasus," kata Wiku, Sabtu (24/7/2021).

Pemerintah saat ini menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 25 Juli 2021. Jika nantinya ada penurunan kasus Corona, pemerintah akan melakukan relaksasi, meski kebijakan akan diumumkan resmi oleh pemerintah.

"Terkait dengan penetapan kebijakan mohon menunggu rilis resminya," ujarnya.

Sebelumnya, WHO menyatakan situasi penularan Corona di Indonesia sangat tinggi. WHO menyarankan pembatasan ketat dilakukan untuk membendung tingginya tingkat penularan.

Baca juga: Menko Airlangga: Istilah PPKM Level 4 Itu Sesuai WHO

WHO menyebut sebanyak 32 provinsi di Indonesia mengalami lonjakan jumlah kasus. Sebanyak 17 provinsi di antaranya bahkan mengalami peningkatan hingga 50 persen.

"Selama sepekan, antara 12 hingga 18 Juli, 32 dari 34 provinsi melaporkan peningkatan jumlah kasus, sementara 17 di antaranya mengalami peningkatan kasus yang mengkhawatirkan sebesar 50 persen atau lebih; 21 provinsi (8 provinsi baru ditambahkan sejak minggu sebelumnya) sekarang telah melaporkan varian Delta; dan tes positif proporsinya lebih dari 20 persen di 33 dari 34 provinsi," ujar pihak WHO. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini