5 Kasus Kematian Akibat Covid-19 Paling Mengiris Hati

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Sabtu 24 Juli 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 337 2445209 5-kasus-kematian-akibat-covid-19-paling-mengiris-hati-FH06JpE8RC.jpg Pemakaman pasien Covid-19 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Berdasarkan data dari laman resmi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, total kasus positif Covid-19 di Indonesia per 22 Juli 2021 telah tembus 3.033.339 kasus. Dari jumlah kasus positif tersebut, tercatat sebanyak 79.032 kasus meninggal dunia.

Keadaan Covid-19 di Indonesia yang semakin genting tentunya menuai banyak kisah pilu yang dialami oleh pasien dan keluarganya. Mulai dari kisah meninggal dunia akibat kehabisan tabung oksigen, tidak kebagian perawatan rumah sakit, hingga seorang anak yang kehilangan kedua orangtuanya di waktu yang bersamaan.

Berikut kasus-kasus kematian akibat Covid-19 yang paling mengiris hati:

1. Nakes Hamil Meninggal karena Terpapar Covid-19

Salah seorang pahlawan Covid-19 di rumah sakit daerah Bekasi meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Seorang tenaga kesehatan (nakes) ini dikabarkan meninggal dunia dalam kondisi hamil.

Dalam video yang viral di media sosial TikTok, tampak tiga orang kawannya yang lengkap berpakaian APD sedang mendorong jenazah di halaman rumah sakit, serta terlihat begitu sedih hingga menangis sesenggukan. Diketahui salah satu pria yang mendorong jenazah hingga berjongkok karena tak kuat menahan tangisnya itu, adalah suami dari sang jenazah yang juga merupakan seorang nakes.

Mendiang nakes pun dikenal sebagai bidan di rumah sakit itu, yang tetap bekerja di kala pandemi dan situasi kehamilannya karena sudah menjadi kewajiban.

2. Lansia Meninggal di Taksi Online Usai Ditolak Dua RS

Saat sedang menuju rumah sakit ditemani suami dan anaknya, seorang ibu lansia asal Bandung meninggal dunia di taksi online. Perempuan lansia ini menuju ke RS Hermina Arcamanik dari Cijambe, dan setibanya di RS pasien itu ditolak dengan alasan tenaga kesehatan yang mulai kewalahan menangani lonjakan pasien yang sudah memenuhi rumah sakit.

Setelah berjuang untuk bisa mendapatkan perawatan di RS itu, akhirnya sang ibu diantar ke rumah sakit selanjutnya yaitu RS Al Islam yang juga menolak karena penuh. Keluarga pasien akhirnya meminta untuk diantar ke RS Santosa, namun dalam perjalanan sang ibu lansia terlanjur tutup usia dan menghembuskan napas terakhirnya di taksi tersebut.

3. Telat Dapat Tabung Oksigen, Pasien Isoman Meninggal Dunia

Seorang pasien positif Covid-19 meninggal dunia akibat telat kebagian tabung oksigen saat sedang melalui masa kritis sesak napas. Pasien tersebut merupakan rekan dari Alif, yang harus menyaksikan temannya meninggal dunia karena saturasi oksigennya yang makin hari kian menurun.

Padahal, teman dari Alif ini awalnya hanya bergejala ringan sehingga lebih memilih untuk isolasi mandiri. Alif juga mengaku sempat mengelilingi kota Bogor dan meminta bantuan lewat grup di media sosial, untuk membantu temannya mendapatkan tabung oksigen. Usai mendapatkan oksigen, kondisi rekannya tidak juga membaik dengan saturasi yang kunjung menurun. Pada akhirnya sang kawan meninggal dunia ketika sempat dibawa ke IGD RSUD Bogor.

4. Mahasiswa Meninggal Dunia Terpapar Covid-19 saat Sibuk Skripsi

Usai terpapar di saat sibuk menyelesaikan skripsi, mahasiswa asal Jakarta meninggal dunia di Sleman setelah berjuang melawan Covid-19. Pada awal Juli 2021, ia dinyatakan positif Covid-19 dan harus melakukan isoman. Ia pun memutuskan untuk isoman di kos karena tidak sanggup membayar rate hotel sebesar Rp350 ribu/hari.

Setelah mengalami anosmia, sesak napas, dan turunnya nafsu makan, kondisinya semakin memburuk selama isoman di kos. Tidak mendapatkan tabung oksigen, ia terpaksa berangkat ke IGD RS Sardjito dengan mengemudikan motornya sendiri.

Setelah dirawat kondisinya pun tak kunjung membaik hingga harus dirujuk ke ICU, dengan saturasi oksigen menyentuh angka 60. Tak kuat menahan rasa sakit dan nafas yang tersengal-sengal, ia meninggal dunia pada hari Minggu 11 Juli 2021 dan dikebumikan di TPU Madurejo, Prambanan.

5. Ayah-Ibu Meninggal karena Covid, Bocah Kelas 3 SD Jadi Yatim Piatu

Seorang anak kelas 3 SD bernama Vino asal Kalimantan Timur kini menjalani hidupnya sebagai yatim piatu karena ditinggal kedua orangtuanya meninggal akibat Covid-19. Tiga pekan sebelumnya, sang ayah mengalami sakit namun tetap harus berjualan pentol keliling.

Melihat kondisi yang kian memburuk, akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit dan hasil menunjukkan positif Covid-19. Sang istri yang sedang hamil lima bulan dan memiliki riwayat asma pun langsung menjalani swab di puskesmas dan hasilnya juga positif.

Vino yang juga dinyatakan positif harus terpisah dengan kedua orangtuanya yang dirawat di RS Harapan Insan Sendawar. Setelah menjalani perawatan intensif, sang istri meninggal dan sang suami meninggal sehari setelahnya. Kini, Vino hidup seorang diri dan mengandalkan pamannya, dan para tetangga.

Diolah dari berbagai sumber oleh Amira Karin Khairana/Litbang MPI

(Ari)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini