Praktik Surat PCR Palsu Terbongkar di Halim Perdanakusuma, 5 Orang Ditangkap Polisi

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Sabtu 24 Juli 2021 00:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 337 2445167 praktik-surat-pcr-palsu-terbongkar-di-halim-perdanakusuma-5-orang-ditangkap-polisi-EmQS7J3lNN.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Jajaran Polres Metro Jakarta Timur mengungkap sindikat pemalsuan surat swab PCR palsu. Pembuat dan pemilik surat ilegal tersebut dibekuk polisi di Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu 21 Juli 2021.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan, pihaknya menangkap tiga orang bertindak sebagai pembuat surat swab PCR palsu dan dua orang penumpang pesawat yang menggunakan surat tersebut.

"Tiga orang pelaku pembuat surat swab PCR palsu bernama Deny Irwansyah (31), M Ravi Batubara (48) dan M Gilang (28). Kemudian, dua tersangka bernama Dedy Doles Silalahi (33) dan Kunci Alam (39)," ujarnya di Mapolrestro Jakarta Timur, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: 1.300 Paket Sembako Disebar ke Warga Bogor Serentak Malam Ini

Erwin menjelaskan, penangkapan kelima orang tersebut sebagai pembuat dan pemilik surat swab PCR palsu berawal dari laporan masyarakat terkait kecurigaan jual beli surat perjalanan menggunakan pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma.

"Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada kecurigaan pemalsuan surat swab PCR," ungkapnya.

Ketiga tersangka yang bertindak sebagai pembuat surat swab PCR palsu berbagi peran dalam menjalankan aksinya. Misalnya, tersangka M Ravi berperan mencari orang yang memerlukan surat PCR palsu.

Kemudian, tersangka Deny berperan sebagai pencetak surat swab PCR palsu dengan kops surat Medilab. "Tersangka ketiga G ini yang memiliki soft copy surat swab PCR Medilab," jelas dia.

Baca Juga: Ketika Jokowi Telepon Menkes saat Obat Terapi Covid-19 Kosong di Apotek

Sementara itu, dua penumpang yang ikut ditetapkan sebagai tersangka itu hendak melakukan perjalanan ke Palembang. Keduanya membeli surat swab PCR palsu sebesar Rp600.000.

"Para tersangka kita kenakan Pasal 263 KUHP tentang pemalsu surat ancaman enam tahun penjara, Pasal 14 dan Pasal 9 KUHP tentang wabah penyakit ancaman satu tahun penjara," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini