Pemerintah Sebut Terapkan Prokes dan Vaksin Jadi Kunci Penanganan Pandemi Covid-19

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 23 Juli 2021 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 337 2445083 pemerintah-sebut-terapkan-prokes-dan-vaksin-jadi-kunci-penanganan-pandemi-covid-19-xfcnpqIX34.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyebut kunci penanganan pandemi Covid-19 yakni dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan melakukan vaksin. Hal itu harus dilakukan secara massal oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kuncinya adalah kita semua saling kolaboratif, antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat tertib melaksanakan protokol 3M, pemerintah melakukan 3T, lalu mari semuanya berbondong-bondong vaksinasi secara masif,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate dalam keterangan tertulis, Jumat (23/7/2021).

Dia mengatakan bahwa penanganan Covid-19 merupakan urusan nyawa manusia sehingga harus dilakukan dengan kolaborasi. Dengan banyaknya masyarakat yang meninggal dan sakit, seharusnya semua masyarakat hatinya tergerak.

"Ini soal kemanusiaan, empati, perhatian yang serius harus kita lakukan,” jelasnya.

Baca juga: Menko Luhut Ajak Tokoh Agama Jadi Duta Kampanye Protokol Kesehatan

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga 'kesehatan' ruang digital agar tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang kontraproduktif terhadap upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19.

“Jaga ruang digital, manfaatkan dengan baik. Jangan ciptakan hoaks, disinformasi dan malinformasi karena itu akan merusak kekuatan bangsa kita dalam menangani Covid -19,” tutupnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Disiplin Prokes dan Setop Sebarkan Hoaks

Sebelumnya, Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa berdasarkan data Satgas Covid-19 selama tujuh hari terakhir ditemukan sekira 11,17 persen masyarakat Indonesia tidak menjaga jarak dan tak menghindari keramaian.

"Data menunjukkan 11 persen masyarakat Indonesia tidak jaga jarak dan tidak menghindari kerumunan. Ini artinya 1 dari 10 orang masih suka berkerumun," ujar Dokter Reisa dalam tayangan Siaran Pers PPKM Dalam Rangka Hari Anak Nasional.

Sementara untuk persentase kepatuhan, sudah sekira 88,83 persen masyarakat Indonesia patuh menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Fakta di lapangan yang memperlihatkan masih adanya 1 dari 10 orang abai dalam menjaga jarak fisik dan tetap mendatangi keramaian.

"Padahal, cara mengakhiri pandemi itu harus dengan usaha bersama, harus bareng-bareng. Kebiasaan seperti ini jangan dicontoh," jelasnya.

Baca juga: Dokter Reisa: 11% Masyarakat Indonesia Masih Suka Berkerumun

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini