Periksa Pejabat Bandung Barat, KPK Selisik Pembahasan Pengadaan Bansos Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 23 Juli 2021 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 337 2444922 periksa-pejabat-bandung-barat-kpk-selisik-pembahasan-pengadaan-bansos-covid-19-XlvI3wZIA8.jpg Gedung KPK (Foto : Antara)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa sejumlah pejabat pada Pemkab Bandung Barat. Dari hasil pemeriksaan tersebut, penyidik mendalami terkait proses pembahasan pengadaan paket Bantuan Sosial (Bansos) untuk penanganan Covid-19 di Bandung Barat.

Adapun, para pejabat Pemkab Bandung Barat yang didalami keterangannya tersebut yakni, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Riki Riadi; Kabag Pengadaan Barang Jasa, Ir Anni Roslianti; serta Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PUPR, Chandra Kusuma Wijaya.

Mereka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Bupati non-aktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUM). Pemeriksaan dilakukan pada Kamis, 22 Juni 2021, di kantor Pemkab Bandung Barat.

"Tim penyidik mengkonfirmasi keterangan para saksi, antara lain terkait dengan dugaan adanya pembahasan pengadaan paket Bansos yang di awal telah inisiasi oleh tersangka AUM agar didapatkan oleh pihak-pihak tertentu," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (23/7/2021).

Selain pejabat Pemkab Bandung Barat, penyidik juga mendalami ihwal proses pembahasan pengadaan Bansos Covid-19 lewat sejumlah saksi lainnya. Mereka yang juga didalami keterangannya yakni, Karyawan Honorer pada Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Barat, Ajeng Dahlia; Direktur Utama PT Jagat Dirgantara, Asep Cahyadinata; serta Direktur CV Satria Jakatamilung, Asep Saepudin.

Sekadar informasi, KPK resmi menetapkan Bupati non-aktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUM) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) selaku pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

Baca Juga : Hari Anak Nasional di Tengah Pandemi, Anies: Mari Jaga Anak Kita

Tak hanya anak dan ayah tersebut, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG) sebagai tersangka dalam kasus ini. Para tersangka tersebut diduga total menerima keuntungan Rp5,7 miliar dari korupsi tersebut.

Dalam perkara ini, Aa Umbara Sutisna diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar terkait pengadaan paket bahan pangan sembako untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat. Sedangkan Andri Wibawa, diduga menerima keuntungan sebesar Rp2,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan diduga menerima Rp2 miliar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini