Profil Singkat Rektor IIQ Huzaemah Tahido Yanggo

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 23 Juli 2021 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 337 2444693 profil-singkat-rektor-iiq-huzaemah-tahido-yanggo-tJg3JtUtkZ.jpg Huzaemah Tahido Yanggo (Foto : iiq.ac.id)

JAKARTA - Rektor Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta dan pakar fiqhi perbandingan mazhab, Prof Dr Hj Huzaemah Tahido Yanggo meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19. Untuk diketahui, Huzaemah Tahido menjabat Rektor IIQ periode 2014-2018 dan 2018-2022.

Ia dilahirkan di Donggola, Sulawesi Tengah pada 30 Disember 1946. Sejak tahun 2014 sebagai Rektor IIQ Jakarta. Beliau memperoleh Ph.D dalam ilmu fiqih perbandingan mahzab dari Universiti al-Azhar di Kaherah Mesir pada tahun 1981 dengan cumlaude.

Dilansir dari situs resmi iiq.ac.id, beliau menerima gelar doktor pada tahun 1984 dalam bidang dan dari universitas yang sama dengan predikat cumlaude.

Huzaemah adalah wanita pertama dari Indonesia yang mendapat Ph.D dari Universitas Al-Azhar. Semasa hidupnya, dia juga pernah memegang jabatan Pembantu Dekan I di Fakultas Syariah dah Hukum, Universitas Islam Indonesia (UIN), Direktur Program Pascasarjana Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, Dosen pascasarjana UIN Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Indonesia.

Beliau menjadi anggota Komisi Fatwa MUI Pusat sejak tahun 1987, menjadi anggota Dewan Syariah Nasional MUI sejak 1997 dan sejak 2000, menjadi ketua MUI Pusat Bidang Pengajian dan Pengembangan Sosial.

Baca Juga : Rektor IIQ Meninggal Dunia, Ketua Fatwa MUI: Beliau Guru Saya

Selain itu, Huzaemah juga pernah menjadi anggota Dewan Pengawas Syariah di Bank Niaga Syariah pada tahun 2004 dan Ketua Dewan Pengawas Syariah di Insurans Takaful Great Eastern.

Tak cuma itu, Huzaemah juga aktif dalam pertumbuhan wanita seperti menjadi Ketua Pengurus Besar Persatuan Wanita Islam Al-Khairat Pusat di Palu, Sulawesi Tengah sejak 1996, Ketua Pusat Pembelajaran Wanita IAIN Jakarta pada tahun 1994 hingga 1998, anggota POKJA MENUPW dari tahun 1992 hingga 1996 dan menyampaikan ceramah dalam pelbagai seminar berkaitan wanita.

Sementara, pada tahun 1998, beliau memperoleh penghargaan sebagai salah seorang Tokoh Peningkatan Peranan Wanita daripada Menteri Wanita.

Hasil tulisannya menghiasai banyak majalah dan media masa seperti majalah Ahkam, Harkat, Akrab dan Studia Islamika. Beliau juga mengisi Forum Konsultasi Agama Islam dalam majalah PARAS. Karangannya yang dibukukan dan diterbitkan antara lain adalah, Pandangan Islam tentang Gender, Pengantar Perbandingan Mahzab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini