Belajar dari Tanzania: Deklarasikan Bebas Covid, Lalu Presidennya Meninggal Diduga Tertular Corona

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 22 Juli 2021 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 337 2444604 belajar-dari-tanzania-deklarasikan-bebas-covid-lalu-presidennya-meninggal-diduga-tertular-corona-pOG2d2foMB.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menegaskan keterbukaan informasi data merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh pemerintah. Salah satu negara yang secara terbuka mendeklarasikan bebas Covid-19 akhirnya presidennya meninggal.

"Transparansi data sangat penting. Dalam berbagai macam wabah sebelumnya tidak ada prinsip yang berubah," kata Dicky dalam dalam diskusi virtual bersama ICW, Kamis (22/7/2021).

Dia mengatakan, di masa pandemi Covid-19 saat ini sikap pemerintah di negara-negara maju maupun berkembang tentang keterbukaan data Covid dan kematian terbelah menjadi dua. Ada pemerintah yang sangat terbuka bahkan untuk menarik pemerintahan, ada yang sangat tertutup.

"Dalam riset pandemi by logical power ini sudah sudah terjadi sejak wabah pandemi awal Variant of Concern (VoC) bagaimana penguasa mengolah data ini ada yang terbuka sangat terlalu amat terbuka untuk meraih simpati atau menjatuhkan. Ada yang tertutup sekali," katanya.

Dia menyebut salah satu contoh negara yang yang memilih untuk mendeklarasikan menutup kasus Covid adalah Tanzania. Pemerintahan negara tersebut sudah menyatakan telah memusnahkan Covid-19 dan dinyatakan bebas.

"Sehingga tidak mau lagi mengeluarkan data jumlah kasus tidak ada. Advokasi juga tidak ada, dan Juni 2020 lalu kemudian kematian masyarakat itu tak berhenti," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa fakta virus taat pada hukum biologi dan terus menyebabkan kematian telah membantah keyakinan negara Tanzania. Bahkan, presiden yang mendeklarasikan menutup kasus Covid-19 akhirnya meninggal pada Maret tahun ini.

"Tanzania tidak ada di mana pun. Datang baru akhir-akhir ini mungkin ada karena presidennya meninggal dugaannya karena Covid meski dikatakan tidak," pungkasnya.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini