Mengintip Kelebihan Pesawat Tempur T-50i Buatan Korsel yang Dibeli Indonesia

Agregasi Solopos, · Kamis 22 Juli 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 337 2444260 mengintip-kelebihan-pesawat-tempur-t-50i-buatan-korsel-yang-dibeli-indonesia-Yz2xeNMIF0.jpg Pesawat Tempur T50 Golden Eagle melaksanakan operasi dan panah dan jelajah medan di wilayah NTT (Foto: Antara/Ist)

Pengadaan Pesawat T-50i, tambah Penny, merupakan upaya Kemhan RI untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat strategis bagi TNI AU. “Hal tersebut dalam rangka menyiapkan penerbang-penerbang tempur yang andal dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI dari Sabang sampai Merauke,” tutur-nya.

Tentang T-50 Golden Eagle

Mengutip tni-au.mil.id, T-50 Golden Eagle adalah pesawat latih (trainer) supersonik buatan Amerika-Korea. Dikembangkan oleh KAI dengan bantuan Lockheed Martin. Program ini juga melahirkan pesawat A-50, atau T-50 LIFT, sebagai varian serang ringan.

Walaupun militer AS tidak ada rencana untuk membeli pesawat ini, penamaan militer AS secara resmi diminta untuk pesawat ini guna menghindari konflik penamaan di kemudian hari.

Program T/A-50 dimaksudkan sebagai pengganti dari berbagai pesawat latih dan serang ringan. Ini termasuk T-38 dan F-5B untuk pelatihan dan Cessna A-37B Close Air Support yang dioperasikan AU Republik Korea. Program ini pada awalnya dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat latih secara mandiri yang mampu mencapai kecepatan supersonik. Ini untuk melatih dan mempersiapkan pilot bagi pesawat KF-16 (F-16 versi Korea).

Pesawat T-50 membuat Korea Selatan menjadi negara ke-12 yang mampu memproduksi sebuah pesawat tempur jet yang utuh. Beberapa produk korea lainnya adalah KT-1 produk Samsung Aerospace (sekarang bagian dari KAI), dan produk lisensi KF-16. Sebagian besar sistem utama dan teknologinya disediakan oleh Lockheed Martin. Secara umum bisa disebut T/A-50 mempunyai konfigurasi yang mirip dengan KF-16.

Pengembangan pasawat ini 13% dibiayai oleh Lockheed Martin, 17% oleh Korea Aerospace Industries, dan 70% oleh pemerintah Korea Selatan. KAI dan Lockheed Martin saat ini melakukan program kerja sama untuk memasarkan T-50 untuk pasar internasional.

Program induknya, dengan nama kode KTX-2, dimulai pada 1992. Tapi Departemen Keuangan dan Ekonomi menunda program KTX-2 pada 1995 karena alasan finansial.

Penerbangan pertama T-50 terjadi pada Agustus 2002, dan pengujian tugas operasional pertama mulai Juli 28 sampai 14 Agustus, 2003. Angkatan Udara Korsel menandatangani kontrak produksi untuk 25 T-50 pada Desember 2003, dan pengiriman dijadwalkan pada 2005 sampai 2009.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini