Wapres Minta Jatim Kurangi Tes Antigen dan Perbanyak PCR

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 22 Juli 2021 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 337 2444152 wapres-minta-jatim-kurangi-tes-antigen-dan-perbanyak-pcr-f2odvQmlNR.jpeg Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: Antara)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta jajaran Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Jawa Timur meningkatkan upaya penanganan pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Pasalnya, angka positivity rate kasus Covid-19 di Jatim masih cukup tinggi yakni 39,24 persen, meski lebih dari dua pekan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Angka positivity rate 39,24 persen jauh di atas standar Badan Kesehatan Dunia atau WHO yakni lima persen.

"Saya berharap terutama soal koordinasi, konsolidasi data, jangan sampai misalnya gubernur tidak tahu ada berapa vaksin yang masuk," ucap Wapres, Kamis (22/7/2021).

Pernyataan itu ia ungkapkan saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 secara virtual bersama Gubernur, Bupati/Walikota, serta jajaran Satgas Covid-19 di wilayah Provinsi Jawa Timur, Rabu 21 Juli 2021.

Baca juga: Cegah Kerumunan, Wapres Minta Daging Kurban Diantar Langsung ke Rumah

Lebih lanjut, Wapres juga meminta koordinasi mengenai berbagai masalah seperti ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR), oksigen, dan lain-lain di semua wilayah agar terus ditingkatkan, sehingga apabila dibutuhkan dapat dilakukan antisipasi secara cepat.

"Kemudian juga langsung kalau ada masalah bisa berkoordinasi dengan Pak Menteri Kesehatan, dengan Satgas, dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri)," pintanya.

Baca juga: Wapres: Banyak Provinsi Angka Testing Covid-19 di Bawah Standar WHO

Di samping itu, Wapres juga meminta para kepala daerah di Provinsi Jawa Timur untuk memacu penyerapan anggaran penanganan Covid-19 yang dilaporkan masih rendah.

"Mohon perhatian tadi yang disampaikan oleh Mendagri, banyak yang masih rendah penyerapan anggarannya untuk penanganan Covid-19, karena itu saya minta ini betul-betul dipacu," ucapnya.

Kemudian, terkait testing, Wapres berharap penggunaan tes antigen dapat dikurangi dan lebih memperbanyak tes PCR yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi.

"Memang antigen ini jangan terlalu banyak, sebab tingkat positivity rate-nya itu menjadi sangat rendah," ujarnya.

Selanjutnya, terkait rencana pelonggaran terhadap berbagai bidang usaha seperti pedagang kaki lima (PKL) usai pelaksanaan PPKM Darurat, Wapres meminta agar dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Ini sebenarnya untuk supaya mereka yang mencari penghidupannya harian itu kemudian bisa mulai kembali, tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat," tuturnya.

Baca juga: Vaksinasi Bagi Ibu Hamil, Menyusui dan Anak Usia 12-18 Tahun Dimulai

Terakhir, mengenai pemberlakuan pelevelan (levelling) PPKM terhadap suatu wilayah berdasarkan asesmen situasi pandemi yakni level 1, 2, 3, atau 4, Wapres mengingatkan agar wilayah yang telah mencapai level rendah penularan Covid-19 tidak naik kembali.

"Kalau nanti sudah diketahui (levelnya), saya minta jangan ada level yang sudah turun (menjadi) naik, tapi justru yang di level 4 (misalnya) yang harus turun sedikit demi sedikit menjadi 3, turun (lagi) 2. Nah, ini saya kira jangan sampai justru sebaliknya, yang sudah di level 3 malah naik ke 4 misalnya," pungkas Wapres.

Baca juga: 1,5 Juta Anak di Dunia Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini