Kisah Pelaut Nusantara Berlayar 8 Ribu Km ke Madagaskar dengan Perahu Kayu

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 22 Juli 2021 06:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 337 2444102 kisah-pelaut-nusantara-berlayar-8-ribu-km-ke-madagaskar-dengan-perahu-kayu-KY89BJ70Gm.jpg Perahu suku Mandar (Foto: Doddy Handoko)

Cat perahu menggunakan teknik tradisional, campuran kapur terumbu karang dengan minyak kelapa. Bahan itu ditumbuk sekian jam lalu dibuat adonan yang disebut "lepa" kemudian dioleskan pada lambung perahu.

Sampai kini, pembuatan kapal dan perahu itu tidak dengan teknologi canggih melainkan dengan tradisional. Para pembuat hanya menggunakan insting. Bentuk dan ukuran langsung dibuat dengan mengukur dan memahat kayu.

Proses pembuatan melalui berbagai macam ritual kepercayaan masyarakat lokal suku Mandar.

Layar dibuat dari serat tumbuhan, salah satunya daun gebang atau jenis palma. Serat daun dikeringkan kemudian ditenun. Lembaran tenunan itu disebut "Karoroq".

Baca juga: Menaker Ida: Perempuan Indonesia Ulet dan Tangguh

Tali temali juga menggunakan bahan alami, sabuk kelapa dan ijuk. Pada sela antar papan digunakan kulit kayu baruq agar perahu kedap air. Penyusun papan dan penguat beberapa bagian menggunakan pasak kayu ulin.

Kendati dikuasai oleh Bahasa Perancis, penduduk Madagaskar masih memelihara bahasa sendiri, yakni bahasa Malagasi yang masih termasuk rumpun Bahasa Melayu-Polinesia.

Baca juga: Hari Kartini, Cinta Laura: Perempuan Harus Percaya Diri dan Berani Berekspresi

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini