Dukung PPKM Darurat Diperpanjang, Muhammadiyah Imbau Taati Instruksi dari Pemerintah

Bima Setiyadi, MNC Portal · Rabu 21 Juli 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 337 2443865 dukung-ppkm-darurat-diperpanjang-muhammadiyah-imbau-taati-instruksi-dari-pemerintah-uvc4SGsrBK.jpg Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Muhammadiyah mendukung keputusan pemerintah untuk memperpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021 mendatang. Apalagi, alasan perpanjangan PPKM ini untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dari Covid-19.

"PP Muhammadiyah mendukung perpanjangan PPKM darurat, diminta pemerintah tetap konsisten utamakan keselamatan jiwa rakyat Indonesia, dan warga bangsa agar makin disiplin taat prokes," kata Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad di Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga:   Kasus Covid-19 di Bali Pecah Rekor dengan Jumlah 1.111 Orang

Dadang mengingatkan, pemerintah harus mengedepankan keselamatan masyarakat dalam menghadapi pandemi ini. Dan masyarakat juga diimbau untuk tetap disiplin dan taat prokotol kesehatan.

"Ditambah terus bersabar, berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan dan mentaati intruksi dari pemerintah agar selalu taat protokol kesehatan," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan penerapan PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Namun, berbeda dengan sebelumnya, sejumlah pelonggaran dilakukan untuk beberapa sektor.

Dia menjelaskan, penerapan PPKM Darurat pada 3 Juli lalu adalah kebijakan yang tidak bisa dihindari dan harus diambil pemerintah meskipun sangat berat.

"Ini dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19, dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di Rumah Sakit. Sehingga tidak membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran over kapasitas pasien Covid-19 serta agar layanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya," jelasnya.

Baca Juga:  Ingat! Jalanan Ditutup Selama PPKM Darurat Bukan untuk Sepedaan

Selama PPKM Darurat berlangsung, Jokowi mengaku selalu memantau dan memahami dinamika di lapangan, dan mendengar suara-suara masyarakat terdampak PPKM. "Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini