Cuitan Jokowi soal Muazin di Salat Idul Adha Dipersoalkan, Ini Penjelasan Menag

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 21 Juli 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 337 2443778 cuitan-jokowi-soal-muazin-di-salat-idul-adha-dipersoalkan-ini-penjelasan-menag-q41OWATa48.jpg Menteri Agama Yaqut Cholil Choumas (Foto: Ist)

JAKARTAWarganet mempersoalkan cuitan Presiden Joko Widodo yang menyebut ada muazin dalam Salat Idul Adha. Padahal salat tersebut tidak didahului dengan azan ataupun ikamah.

"Salat Idul Adha pagi ini di halaman Istana Bogor dengan jamaah terbatas. Bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres. Kata sang khatib, “semua cobaan dapat kita lalui dengan baik bila dihadapi dengan sabar," demikian cuitan Jokowi pada Selasa 20 Juli 2021.

Warganet pun langsung 'menyerbu' postingan Kepala Negara. "Min, sejak kapan sholat ied ada muadzin?? Muazin kan tukang azan, sholat ied ga pake azan min.. Coba diedit postingannya!!," cuit pemilik akun @yippi******.

(Baca juga: Ketua DPD: Disiplin Prokes dan Vaksin Akan Bantu Akhiri PPKM Level 4)

Sementara itu, pendakwah Ustaz Hilmi Firdausi melalui akun Twitternya, juga menyoroti adanya muazin dalam salat Idul Adha sebagaimana diunggah Presiden Jokowi.

"Selamat hari raya Idul Adha Pak Presiden. Sedikit koreksi saja buat admin akun ini, salat Ied tidak didahului oleh Azan & Iqomah, jadi ga ada muazin. Mungkin yang dimaksud Bilal. Sehat2 selalu ya para pejabat negara, agar terus bisa mengajak rakyat Indonesia untuk bersabar," cuit @Hilmi28.

(Baca juga: Bikin Haru! Ibunda Meninggal, Santri Pulang dari Pesantren Menangis di Depan Makamnya)

Merespon hal ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat dihubungi MNC Portal, mengatakan, muazin atau bilal dalam konteks salat Idul Adha bertugas memberi tanda bahwa salat dimulai.

"Muazin dan bilal itu sebutan yang sama untuk mereka yang memiliki suara lantang dan fasih. Bukan hanya kumandang azan, tetapi juga memberi tanda salat dimulai. Kalau di salat Ied, muazin atau bilal, dia yang mengkomando: assolaatu jaami’ah," ucap Yaqut melalui pesan singkat.

Namun demikian, pria yang akrab disapa Gus Menteri ini mengakui muazin secara harfiah memiliki arti orang yang mengumandangkan azan. Sedangkan bilal itu diambil dari nama muazin pertama dalam sejarah Islam yakni Bilal bin Rabah.

"Jadi, secara harfiah, muazin itu artinya orang yang mengumandangkan azan. Bilal itu, tafa’ulan kepada sahabat Bilal, sahabat Nabi yang pertama kali mengumandangkan azan," tutup Yaqut.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini