PPKM Darurat Diperpanjang, MUI Minta Penerapan Prokes Diperketat

Riezky Maulana, iNews · Rabu 21 Juli 2021 02:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 337 2443502 ppkm-darurat-diperpanjang-mui-minta-penerapan-prokes-diperketat-WRzdfVHtB0.jpg Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah mengumumkan bahwasanya PPKM Darurat akan diperpanjang selama lima hari ke depan, terhitung 20 Juli hingga 25 Juli. Perpanjangan itu sebagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

Pemerintah juga berencana membuka secara bertahap PPKM Darurat di tanggal 26 Juli 2021. Berbagai aturan pengetatan aktivitas juga dilonggarkan, seperti pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok diizinkan buka hingga pukul 20.00.

Akan tetapi, protokol kesehatan tetap diterapkan ketat dengan maksimal pengunjung 50 persen dari kapasitas.

Terkait hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis menilai keputusan itu sudah tepat.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Ketua PP Muhammadiyah: Jika untuk Kebaikan, Lanjutkan!

Menurut dia, dilonggarkannya kebijakan itu harus diiringi dengan pengetatan terkait penerapan protokol kesehatan, seperti menghindari kerumunan dan memakai masker.

"Lebih bagus pengetatan protokol kesehatan agar tidak berkerumun dengan kesadaran. Begitu juga memakai masker ," ungkap Cholil kepada MNC Media, Selasa (20/7/2021).

Dia pun mengingatkan kepada pemerintah ke depannya sebelum mengambil kebijakan yang berkaitan dengan keagamaan, maka tokoh agama ikut dilibatkan. Tujuannya, kata dia, untuk mendapatkan kondisi yang nyata terkait Umat Islam.

"Berkenaan dengan keagamaan baiknya dimusyawarahkan dengan tokoh agama sebelum diumumkan ke publik. Agar mendapat kondisi riil umat," katanya.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini