Mengenang Karantina Haji di Pulau Onrust, Jenazah Jamaah Dikubur Tidak Sesuai Kiblat

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 20 Juli 2021 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 337 2443368 mengenang-karantina-haji-di-pulau-onrust-jenazah-jamaah-dikubur-tidak-sesuai-kiblat-lHCR7ssl28.jpg Barak karantina haji di Pulau Onrust (Foto: Ist/Doddy Handoko)

DALAM website puskeshaji.depkes, diceritakan bahwa pulau Onrust di kawasan pulau Seribu merupakan lokasi tempat pemberangkatan jamaah haji Indonesia menuju Arab Saudi melalui jalur laut pada masa penjajahan Belanda atau yang dikenal sebagai embarkasi.

Pulau ini dikelilingi oleh 3 (tiga) pulau lainnya, yaitu pulau Bidadari, pulau Kelor, pulaua Cipir atau pulau Kayangan. Tahun 1911 sampai tahun 1933 Pulau Onrust menjadi Karantina Haji.

Budayawan Betawi, Alwi Shahab menulis bahwa sekitar 3.500 jamaah haji ditampung untuk pemeriksaan kesehatan. Bukan hanya jamaah haji dari Jakarta, tapi dari seluruh Nusantara, tidak terkecuali diharuskan dikarantina di pulau yang luasnya sekitar 7,5 hektare itu.

Baca Juga: Viral! Gegara Dilarang Nongkrong, Pria Ini Bikin Warkop di Dalam Rumah saat PPKM Darurat

Setiba di Onrust dari Cipir, para jamaah haji kembali diperiksa kesehatannya. Di sini, terdapat enam petugas kesehatan Belanda turut menangani jamaah haji.

Karantina Haji

Para jamaah haji yang meninggal dikuburkan dengan sangat sederhana. Jenazah-jenazah jamaah haji dimakamkan di sembarang tempat dan sama sekali tidak memperhitungkan arah kiblat.

Di Pulau Onrust masih dijumpai sisa sisa reruntuhan bangunan barak asrama haji. Di Pulau Cipir masih terdapat bangunan bekas Rumah Sakit Karantina Haji yang berfungsi pada tahun 1911 sampai 1933.

Pulau ini juga merupakan tempat karantina penyakit menular yang terbawa jamaah haji. Pembuktian akan hal tersebut dapat dilihat dari reruntuhan barak karantina haji ( Pilgrim Quarantine Barracks ) yang di bangun tahun 1911.

Baca Juga: Pemerintah Harus Antisipasi Lonjakan Pengangguran Bila PPKM Darurat Diperpanjang

Diceritakan bahwa jumlah barak sebanyak 35 unit, setiap barak menampung 100 jamaah haji. Nama Onrust dari bahasa Belanda yang artinya "tanpa Istirahat" atau sibuk. Penduduk setempat menyebutnya pulau kapal, karena pada abad 17 -18 pulau ini sangat sibuk disinggahi banyak kapal VOC. Selain itu, Pulau Onrust juga berfungsi sebagai tempat perbaikan dan pembuatan kapal.

Pada tahun 1848 pulau Onrust dan sekitarnya oleh Belanda difungsikan sebagai Pangkalan Angkatan Laut, namun sarana ini hancur berat akibat gelombang tsunami letusan gunung Krakatau tahun 1883. Pada tahun 1933, kegiatan karantina haji dipindahkan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Pada awal masa kemerdekaan, pulau Onrust dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Karantina bagi penderita penyakit menular, dibawah pengawasan Departemen Kesehatan RI hingga awal 1960.

Sejak 1960 sampai 1965 pulau Onrust dimanfaatkan untuk menampung gelandangan dan pengemis serta untuk latihan militer. Pada tahun 1968 terjadi penjarahan besar besaran di pulau Onrust, sehingga bangunan bersejarah tinggal puing-puing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini