Kisah Budi Gading, Mantan Sopir Bus yang Kini Jadi Pengusaha Eksportir Sukses

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 20 Juli 2021 06:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 337 2443204 kisah-budi-gading-mantan-sopir-bus-yang-kini-jadi-pengusaha-eksportir-sukses-XLQU5lNphl.jpg Trik Budi Cahyono alias Budi Gading, sopir bus yang jadi pengusaha eksportir sukses.(Foto:Istimewa)

Hal itu yang menyebabkan dirinya terdampar di Jepara. Sebelum di Jepara, dia pernah mencoba berjuang di Semarang sebagai sopir bus. Pada saat itu dia mempunyai masalah dengan kru PO lain yang menjadikan alasan untuk meninggalkan kota Semarang dan menuju ke Kota Ukir Jepara.

Jepara saat itu yang terlintas di benaknya, hal tersebut bukan tanpa alasan. Tetapi karena dia punya pengalaman kerja di perusahaan mebel di Jakarta.

Akan tetapi ketika pertama tiba di Jepara, Budi belum mempunyai tujuan atau tempat yang jelas untuk di tuju. Singkat cerita, dia bertemu dengan seseorang yang mau menolong memberikan tempat tinggal sementara dan mencarikan pekerjaan di salah satu perusahaan mebel di Jepara. Orang yang menolongnya ini, akhirnya sekarang menjadi salah satu direktur di perusahaanya.

Perjuangan Budi tidak hanya sampai disitu saja, karena sesuatu hal Budi harus meninggalkan pekerjaannya itu. Kemudian ia berusaha mandiri. Usaha mandirinya adalah dengan membuka toko mebel, tetapi tidak bertahan lama karena penjualan tidak begitu baik akhirnya usaha tersebut ditinggalkannya.

Kemudian mulailah Budi bekerja di perusahaan pengolahan kayu yang masih di wilayah Jepara. Karena integritasnya, dia dipercaya dan disekolahkan oleh perusahaan sebagai pejabat pembuat Faktur Kayu Olahan (FAKO),

Di sinilah dia semakin banyak mengenal pengusaha dan perusahaan yang terkait dengan kayu olahan. Tetapi lepas juga pekerjaan dari perusahaan pengolahan kayu tersebut. Budi mencoba bisnis produk-produk kayu yang berorientasi ekspor.

"Di sini saya mulai bisnis sendiri dari produk-produk kayu yang berorientasi ekpor tersebut. Saya juga dipercaya mengurus dokumen-dokumen yang berkaitan dengan ekspor oleh kolega-kolega saya", jelasnya.

Dari pengalaman mengurus dokumen-dokumen ekspor ini Budi memulai bisnis jasa. Yaitu jasa pengurusan dokumen-dokumen ekspor seperti, ekspor license, konsultan ekspor-impor dan hal-hal yang lain terkait dengan ekspor impor. Hal ini yang menjadikan dirinya dan perusahaanya semakin berkembang.

Dari usaha tersebut ada beberapa perusahaan yang sudah didirikanya. Perusahaan-perusahaan tersebut yang sekarang banyak digunakan untuk perusahaan ekspor lisensi di Jepara.

Ekspor hasil olahan kayu di Jepara cukup besar peluangnya. Terbukti jika masa peak season (masa puncak) ekspor di Jepara bisa mencapai 300 kontainer per bulan. Bahkan bisa lebih, inilah peluang usaha yang dibidiknya.

Dari pengalaman dan peluang usaha tersebut suami dari Erni Susanti (44) dan dua putri Choiru Annisa Cahyono dan Gading Fatin Cahyono ini mendirikan perusahaan kargo atau EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut). Perusahaan tersebut diberi nama Gading Express International yang diambil dari nama depan putri bungsunya.

Gading Express International ini cukup dikenal di kalangan eksportir Jepara. Hal ini karena integritas layanannya kepada klien yang selalu memuaskan.

Perusahaan ini juga siap memberikan konsultasi kepada eksportir maupun importir baik di Jepara maupun di kota lain. Sehingga perusahaan ini bisa semakin berkembang harapnya.

Karena usaha dan bisnisnya berkembang di Jepara. Budi Gading merasa mencintai dan memiliki Kota ukir ini, meskipun dia tidak asli putra daerah.

"Saya sangat mencintai kota ini. Biarpun bukan kota kelahiran saya, bahkan mungkin cinta saya, melebihi cinta putera daerah ini sendiri. Ini akan saya buktikan dengan semua tindakan dan kegiatan saya, yang akan saya dedikasikan untuk Jepara" ,ungkapnya sungguh-sungguh..

Dia menceritakan akan mempresentasikan beberapa program kepada Kementerian Koperasi dan Kementerian Pertahanan.

Program-program ini, nanti akan betdampak langsung dengan kemajuan Jepara. Selain itu juga akan mengajak koleganya yang bukan putra daerah tetapi hidup dan berpenghasilan di kota ini, untuk ikut memajukan Jepara.

"Kita hidup dan berusaha di Jepara. Untuk semua orang yang sukses di kota ini. Saya harapkan memberi sumbangsih dan dedikasikan diri anda untuk kota yang kita cintai ini" harapnya.

Sementara itu ketika mengenang masa masih susah , Budi bercerita. Setelah keluar dari pekerjaan di pabrik pengolahan kayu. Pada saat itu belum mempunyai usaha tetap.

"Sempat saya tidak bisa makan, waktu itu lauk hanya sayur kangkung untuk makan sehari-hari. Itu saya makan dengan anak dan istri saya," cerita Budi trenyuh sambil membayangkan masa lalunya.

Itu dahulu, tetapi sekarang sudah ada rumah dan beberapa mobil pribadi. Dahulu rumah masih kontrak dan pindah-pindah. "Dulu kangkung sekarang bisa makan ingkung" katanya sambil tertawa. "Guyon mas" pungkasnya untuk tidak menyombongkan diri. (saz)

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini