MUI: Sholat Idul Adha Bisa Dilaksanakan, Ini Syarat dan Tata Caranya

Riezky Maulana, iNews · Minggu 18 Juli 2021 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 337 2442427 mui-sholat-idul-adha-bisa-dilaksanakan-ini-syarat-dan-tata-caranya-0OGxbDxHVA.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

Berikut tata cara melakukan shalat Ied dalam kondisi pemberlakuan PPKM berlangsung:

Salat dimulai dengan menyeru “ash-shalaata jaami‘ah”, tanpa azan dan iqamah.

Memulai dengan niat salat Idul Adha.

Membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

Membaca doa iftitah, kemudian membaca takbir sebanyak tujuh kali di luar takbiratul ihram, dan di antara takbir dianjurkan membaca Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaha illallahu wallaahu akbar.

Kemudian, membaca surah al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah yang pendek dari Al-Quran. Selanjutnya rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

Ketika rakaat kedua, sebelum membaca Al Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri atau akbir qiyam. Serta di antara tiap takbir disunnahkan membaca Subhaanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaha illallahu wallaahu akbar.

Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

Rukuk, sujud, dan seterusnya hingga salam.

“Setelah itu disunnahkan untuk berhutbah, tetapi jika sholat sendiri tidak perlu ada khutbah,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika untuk yang belum terbiasa berkhutbah dan menjadi imam, agar mempersiapkan terlebih dahulu. Sebab, khutbah juga memiliki rukun-rukun yang harus dipenuhi.

“Bisa juga dengan memegang buku naskah khutbah untuk dibaca,” pungkasnya. (aky)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini