Ketua KPK: Layaknya Virus Corona, Korupsi Mampu Beradaptasi dan Berevolusi

Tim Okezone, Okezone · Minggu 18 Juli 2021 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 337 2442360 ketua-kpk-layaknya-virus-corona-korupsi-mampu-beradaptasi-dan-berovolusi-qck9wZxscD.jpg Ketua KPK Firli Bahuri (Foto : Sindo)

JAKARTA - Setiap tanggal 17 Juli, Indonesia turut memperingati Hari Keadilan Internasional atau World Day for International Justice, hari yang juga dikenal sebagai Hari Keadilan Pidana Internasional atau International Justice Day.

Peringatan ini seyogianya dijadikan momentum untuk lebih meningkatkan kewaspadaan akan ragam kejahatan kemanusiaan yang senantiasa mengancam eksistensi peradaban umat manusia.

"Korupsi adalah salah satu kejahatan kemanusiaan yang saat ini menjadi musuh bersama seluruh bangsa di dunia, tak terkecuali bangsa kita yang memiliki catatan dan sejarah kelam dengan kejahatan korupsi," ujar Ketua KPK dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (18/7/2021).

Kata Firli, korupsi menjauhkan suatu bangsa bangsa di dunia dari kata kemakmuran, bahkan korupsi dapat menyebabkan gagalnya suatu negara mewujudkan tujuannya. Tak terhitung dampak mematikan korupsi yang menghancurkan setiap tatatan kehidupan suatu bangsa, membawa ketidakadilan, ketimpangan, kemiskinan serta keterbelakangan rakyat dalam sebuah negara.

Menurtnya, korupsi jelas menjadi tembok besar untuk mewujudkan salah satu tujuan kita dalam bernegara, yaitu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap rakyat Indonesia, mengingat korupsi bukan hanya merugikan perekonomian semata namun dapat meluluh lantakkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini.

"Layaknya virus corona, korupsi terbukti mampu beradaptasi, berevolusi bahkan berinovasi dalam kondisi apapun, sehingga siapapun yang tidak menjaga imun antikorupsi, dapat terpapar dan menularkannya ke orang-orang yang minim integritas, etika serta moral.

Baca Juga : Peristiwa 18 Juli: Nelson Mandela Lahir, Hitler Terbitkan Buku

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lahir dari rahim dan dibesarkan oleh rakyat, Insya Allah akan teguh menjalankan misi utama memberantas korupsi di negeri ini, agar tujuan bernegara dapat terwujud seutuhnya seperti cita-cita dan harapan FoundingFathers serta segenap bangsa Indonesia.

Memang bukan persoalan mudah, namun tidak terlampau sukar untuk mencabut jantung dan akar korupsi dari penjuru bumi pertiwi. Perlu konsistensi nasional dalam segenap upaya memberantas korupsi di negeri ini.

Sebagai kejahatan kemanusiaan (crimes against humanity), korupsi yang dipandang dunia sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime), memang harus ditangani bersama oleh seluruh umat manusia di dunia khususnya bangsa Indonesia seperti yang diamanatkan negara dalam mukadimah UUD 1945.

"Kita segenap anak Bangsa Memiliki Harapan Indonesia yang kita cita-citakan bisa terwujud yaitu Indonesia yang bebas dan bersih dari Korupsi, Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Indonesia yang sejahtera, Indonesia yang cerdas, Indonesia yang ikut aktif memelihara perdamaian dunia, dan Indonesia yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.

Hari Keadilan Internasional, sambungnya, jangan hanya menjadi seremoni tahunan semata namun makna dan esensi World Day for International Justice seharusnya menjadi momentum bagi bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia untuk meneguhkan imun antikorupsi diri sendiri, keluarga, teman, sahabat agar imunitas antikorupsi nasional dapat terwujud demi mewujudkan cita-cita Indonesia bebas dari korupsi. (aky)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini