Inovasi Jadi Kunci Sukses Media di Era Digital

Agnes Teresia, Okezone · Jum'at 16 Juli 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 337 2441620 inovasi-jadi-kunci-sukses-media-di-era-digital-cPKcZ6B56x.jpg Ilustrasi media massa. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Ada sejumlah kompetensi personal yang wajib dimiliki media untuk menghadapi perubahan era digital. Pertama adalah visi, dengan mengidentifikasi tujuan-tujuan strategis dan inovasi unggulan.

"Sekarang, kunci untuk berhasil salah satunya adalah inovasi," ujar Pemimpin Redaksi Okezone.com M Budi Santosa dalam webinar bertajuk "Transformasi Jurnalistik Menuju Industri Media Digital" yang digelar Stikom Interstudi Jakarta, Jumat (16/7/2021).

Poin kedua, lanjut dia, adalah fokus konsumen. Intinya tentang bagaimana mengantisipasi kebutuhan pelanggan, dan menyampaikan produk jurnalistik melebihi ekspektasi pelanggan. Trending topic merupakan salah satu tools untuk mengetahui keinginan atau minat konsumen.

Selanjutnya, perubahan yang membawa keunggulan secara efektif mendorong dan mengimplementasikan prakarsa perubahan. Kemudian mendorong organisasi dan pribadi untuk menjadi unggul.

Pemimpin Redaksi Okezone.com M Budi Santosa

Baca juga: Bantu Penanganan Covid-19, UGM Pasok Oksigen ke RS Sardjito dan RSA


Baca juga: Langkah Jokowi Sidak Pabrik Oksigen Dinilai Sindiran Keras Simbolik ala Jawa

Menurutnya, komunikasi interpersonal, berkomunikasi dengan efektif dan jelas dengan orang-orang yang ada di dalam dan luar organisasi juga penting untuk dilakukan. Poin selanjutnya adalah memiliki manajemen relasi yang baik dan positif untuk mencapai tujuan bisnis.

Selain itu, memiliki pembimbing yang tepat, strategi pengembangan yang jitu, menjunjung tinggi standar kejujuran dan etika juga tak boleh dilewatkan.

Adanya kecerdasan bisnis dan kepiawain belajar untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan kinerja berkelanjutan adalah dua poin terakhir dari kompetensi personal yang harus dikuasai.

Wartawan senior yang telah berkarier sejak 1998, Jobpie Sugiharto menuturkan, dia merasakan adanya perbedaan media jaman dahulu dan masa kini. Tantangan jaman sekarang memicu adanya perubahan cara kerja dan mindset dari kerja jurnalistik.

Masa kini, trending topic amat berpengaruh dalam menentukan topik tulisan atau berita. Menurut Jobpie, media pada jaman dahulu cenderung lebih berani berbeda dalam penentuan topik atau isu yang ditulis.

Dahulu cenderung didominasi media cetak, cara kerja jurnalistik juga turut berubah pada era media digital. Masa kini, media digital mengutamakan cara kerja yang cepat atau aktual, ringkas, dan mementingkan kuantitas.

Baca juga: Terobos Perlintasan Kereta di Cengkareng, Pria Ini Tewas Mengenaskan

Perubahan tersebut tentu saja menimbulkan dampak. Penguasaan masalah dan kedalaman isu berpengaruh dengan waktu yang terbatas. Topik atau isu yang ditulis cenderung mengikuti selera pasar. Eksklusivitas menjadi berkurang efek dari space yang tidak terbatas.

"Menurut saya bahwa perubahan era sekarang, perubahan cara kerja sekarang, tidak ditoleransi untuk mengubah idealisme, mengubah profesionalisme dengan menggadaikan etika," jelas Yobpie.

Pers berperan penting sebagai agen perubahan dan juga merupakan pilar keempat demokrasi di Indonesia. Karena itu, pers harus tetap ada, dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini