Kisah Pangeran Jayakarta Bergerilya Bikin Belanda Tak Nyenyak Tidur dan Babad Alas di Jatinegara

Doddy Handoko , Okezone · Jum'at 16 Juli 2021 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 337 2441438 kisah-pangeran-jayakarta-bergerilya-bikin-belanda-tak-nyenyak-tidur-dan-babad-alas-di-jatinegara-bTYZjEhTPa.jpg Makan Pangeran Jayakarta.(Foto:Inews)

SEJARAWAN Betawi, Alwi Shahab menuliskan di buku Waktu Belanda Mabuk Lahirlah Batavia bahwa dari Jatinegara, Pangeran Jayakarta dan pengikutnya bergerilya membuat Belanda yang menguasai Batavia tidak pernah aman dan tidur nyenyak selama 80 tahun.

Nama Jatinegara diberikan oleh Pangeran Jayakarta saat mengungsi di daerah ini. Nama Jatinegara berarti negara yang sejati.

Dulu Jatinegara merupakan hutan belukar yang banyak ditumbuhi pohon jati. Di tempat ini Pangeran Jayakarta melarikan diri dari kota Jayakarta pada tanggal 30 Mei 1619.

Ia menyelamatkan diri setelah dikalahkan oleh pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen. Lalu Pangeran Jayakarta membuka hutan untuk dijadikan sebagai tempat pemerintahan dalam pengasingan dengan dibantu pengikutnya yang tersisa.

Baca Juga: Masjid As-Salafiyah, Saksi Bisu Perlawanan Pangeran Jayakarta Mengusir Penjajah

Pangeran Jayakarta menetap di daerah ini dalam waktu yang lama. Lama kelamaan, keturunan Pengeran Jayakarta dan pengikutnya mulai beranak pinak di daerah ini hingga membentuk perkampungan keluarga bernama kampung Jatinegara Kaum.

Dengan nama ini, Pangeran Jayakarta berusaha membuktikan bahwa pemerintahannya masih berjalan walaupun kota Jayakarta telah direbut oleh Belanda dan diubah menjadi nama Batavia.

Pada saat itu, daerah Jartinegara hanya dihuni oleh keturunan keluarga pangeran Jayakarta dan pengikutnya saja. Dalam perkembangan selanjutnya wilayah Jatinegara mulai meluas dan dihuni oleh warga di luar keturunan Pangeran Jayakarta.

Terdapat pendapat lainnya mengatakan bahwa nama Jatinegara diambil karena pada zaman Belanda wilayah ini merupakan hutan jati yang sangat rimbun. Dinamakan Jatinegara karena dulu di sini ini penuh pohon Jati kemudian dibuka oleh Mester (Cornelis).

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini