Share

Kimia Farma: Distribusi Obat Terapi Covid-19 Tidak Boleh Melalui Apotek, Harus RS

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 15 Juli 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 337 2440954 kimia-farma-distribusi-obat-terapi-covid-19-tidak-boleh-melalui-apotek-harus-rs-J2XUkTG1wa.jpg Kimia Farma (Foto: Dokumen Okezone)

JAKARTASekretaris Kimia Farma Ganti Winarno menjelaskan distribusi tiga item obat terapi bagi pasien Covid-19 tidak diperbolehkan melalui apotek, namun harus melalui Rumah Sakit (RS). Hal ini sesuai dengan regulasi terkait dengan distribusi obat. Ketiga item obat itu yakni Immunoglobulin, Remdezivir dan Tocilizumab.

“Sehingga stok di Apotek Kimia Farma terlihat kosong padahal ketiga item obat tersebut tidak bisa didistribusikan di Apotek Kimia Farma,” terangnya.

Hal ini diungkapkan Ganti menglarifikasi informasi tentang tiga varian obat terapi bagi pasien Covid-19 yang dikabarkan mengalami kekosongan stok di jaringan apotek Kimia Farma, pada Rabu (14/7/2021) siang.

Dilansir melalui laman Farma Plus, stok obat yang dilaporkan kosong di 3.114 jaringan apotek Kimia Farma di seluruh provinsi di Indonesia, di antaranya Immunoglobulin, Remdesivir dan Tocilizumab.

(Baca juga: Jokowi Minta Penyaluran Obat Covid-19 Gratis Diawasi Ketat)

Sementara itu 672 ribu lebih obat terapi bagi pasien Covid-19 yang masih tersedia di jaringan apotek yakni Azithromycin sebanyak 134 ribu, Favipiravir 349,9 ribu, Ivermectin 178,7 ribu, dan Oseltamivir 9.971.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam pemaparan secara virtual kepada Komisi IX DPR RI, mengatakan pemerintah telah mengalokasikan tambahan suplai obat terapi COVID-19 secara bertahap sampai akhir Juli 2021.

Tambahan suplai obat tersebut, di antaranya Azithromycin sebanyak 11,2 juta lebih dari estimasi kebutuhan 1,5 juta lebih, Ivermectin sebanyak 6,2 juta lebih dari estimasi kebutuhan 1,7 juta lebih, Oseltamivir sebanyak 5,7 juta lebih dari estimasi kebutuhan 4,2 juta.

(Baca juga: Presiden Jokowi Luncurkan 3 Paket Obat untuk Pasien Isoman Covid-19 di Jawa dan Bali)

Kemudian Remdesivir sebanyak 1,4 juta dari kebutuhan sebanyak 1,6 juta, Favipiravir sebanyak 8 juta lebih dari kebutuhan 12 juta lebih, IV Immunogobulin sebanyak 73.660 dari kebutuhan 1,2 juta lebih, serta Tocilizumab (Actemra) sebanyak 3.800 dari total kebutuhan 60.162.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(sst)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini