Lonjakan Kasus Covid-19 Selama PPKM Dipicu Rendahnya Kepatuhan Protokol Kesehatan

Tim Okezone, Okezone · Kamis 15 Juli 2021 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 337 2440917 lonjakan-kasus-covid-19-selama-ppkm-dipicu-rendahnya-kepatuhan-protokol-kesehatan-5jehU4rvwt.jpg Foto: Okezone.

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa peningkatan jumlah kasus Covid diiringi dengan penurunan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Berdasarkan data Satgas Covid-19 per Juli 2021 terdapat sekira 30 persen Kelurahan/Desa dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan yang rendah.

“Kita biasa mengevaluasi kepatuhan itu mingguan, data real time. Kita bisa juga keluarkan data kepatuhan harian. Tapi untuk melihat lebih jelas agar data tidak terlalu granular, kita buat evaluasinya mingguan,”ujar Ketua Bidang Data dan IT Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dr. Dewi Nur Aisyah.

BACA JUGA: Terus Pecah Rekor, Kasus Covid-19 Harian Kini Capai 54.517 

Data Satgas Covid-19 tanggal 11 Juli 2021 menunjukkan bahwa dalam sepekan terakhir terdapat 95 dari 394 kabupaten/kota (24,11 persen) yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 75 persen. Pada level kecamatan, terdapat 890 dari 3.397 kecamatan (26,20 persen) yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker <75 persen. Sementara pada level kelurahan/desa, terdapat 5.282 (26,57 persen) dari 19.880 kelurahan/desa yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker <75 persen.

Sedangkan untuk tingkat kepatuhan menjaga jarak, dalam sepekan terakhir terdapat 112 dari 394 kabupaten/kota (28.43 persen) yang memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak kurang dari 75 persen. Pada level kecamatan, terdapat 1.043 dari 3.397 kecamatan (30.70 persen) yang tingkat kepatuhan menjaga jaraknya <75 persen. Dan pada level kelurahan/desa, terdapat 5.710 dari 19.882 (28,72 persen) kelurahan/desa yang tingkat kepatuhan menjaga jaraknya <75 persen.

BACA JUGA: Satgas Covid-19: Tingkat Kepatuhan Prokes Level Kecamatan di DKI Jakarta Masih Rendah 

Hal ini juga terjadi selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.

Menurut data tingkat provinsi selama PPKM Darurat tingkat kepatuhan protokol kesehatan di tingkat kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta, provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, hanya 20,72 persen.

Angka kepatuhan yang rendah juga tercatat di lima provinsi lainnya di Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Banten.

Di Bali angka itu bahkan lebih buruk lagi dengan hanya 12 kelurahan/desa atau hanya 1,70 persen saja yang memiliki tingkat kepatuhan menggunakan masker, sementara hanya 4,40 persen atau terjadi di 31 kelurahan/desa saja yang memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak.

Ketidakpatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan terutama di permukiman bisa menjadi sumber penularan Covid-19. Ini menjadi tugas kolektif pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan sampai tingkat terkecil di masyarakat dengan pemanfaatan posko pada level RT/RW. 

“Ini memerlukan kolaborasi kita semua terutama di kalangan masyarakat. Masyarakat mesti bekerja sama dalam menerapkan dan meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan di lingkungan manapun juga” tutup Dewi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini