Deretan Pelaku Pembunuhan Ngaku Dapat Bisikan Gaib, Korbannya Istri hingga Ibu Kandung

Tim Okezone, Okezone · Kamis 15 Juli 2021 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 337 2440666 deretan-pelaku-pembunuhan-ngaku-dapat-bisikan-gaib-korbannya-istri-hingga-ibu-kandung-PySDGuW5Js.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Beragam motif pembunuhan sudah sering terjadi di Indonesia. Namun, terkadang para pelaku berdalih mendapat bisikan gaib untuk membunuh orang lain.

Bahkan, ada yang tega menghabisi nyawa anggota keluarganya sendiri. Berikut adalah daftar pelaku pembunuhan mengaku dapat bisikan gaib: 

1. Pembunuhan di Tangerang

Seorang pria di Tigaraksa, kabupaten Tangerang menggorok leher bocah berusia 2 tahun, yang merupakan anak tetangganya. Kejadian itu berlangsung pada 5 Juli 2021 sekitar pukul 10.30 WIB.

Kepada polisi, ia mengaku seringkali ingin berbuat jahat dan mencelakai orang lain. Setelah menggorok leher korban dengaan pisau tanaman milik tetangganya, pelaku sempat menyayat lehernya sendiri. Namun, aksi tersebut berhasil digagalkan warga.

Baca juga: Keji! Abang Perkosa Adik Kandung Lalu Bunuh Pakai Cangkul karena Berontak

2. Kakak Bunuh Adik

Seorang kakak di Deli Serdang, Sumatera Utara membunuh adiknya sendiri menggunakan cangkul pada Jumat, 4 Juni 2021. Tersangka mengaku mendapat bisikan gaib untuk membunuh adiknya, A, dengan cara memukulkan cangkul ke tubuh korban.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 1 siang itu menyebabkan korban menderita luka parah di bagian kepala.

Warga yang mengetahui kejadian itu sebenarnya sempat membawa korban ke klinik, namun tidak ada ruangan yang mampu menampung.

Baca juga: Keluarga Kenali Jasad Terbakar di Cisauk Tangerang Lewat Batik Yogya

Korban lantas dibawa ke rumah sakit, akan tetapi korban mengembuskan napas terakhir saat masih di perjalanan. Tersangka dibekuk polisi 2 jam setelah kejadian.

3. Bunuh Ibu Kandung

Mengaku mendapat bisikan gaib terkait keberadaan harta karun, seorang pria di Malang, Jawa Timur berinisial AH tega membunuh ibu kandungnya sendiri pada Februari 2021.

Niat pelaku muncul ketika menemui seorang paranormal di Blitar, Jawa Timur bersama korban. Keduanya meyakini ada sebuah harta karun di bawah bangunan kosong di Karangkates.

Korban lantas melakukan penggalian itu seorang diri dan meminta anaknya untuk menunggu di luar. Belum selesai korban menggali, tersangka masuk dan mendapati korban dalam keadaan kelelahan.

Bukannya menolong, tersanga justru mendorong korban ke dalam lubang galian dengan posisi kepala di bagian bawah, dan kakinya terlihat di permukaan. Korban pun seketika tewas. Jenasah korban ditemukan beberapa hari setelahnya.

4. Pembunuhan Istri di Maros

Pria berinisial NA di Maros, Sulawesi Selatan membunuh istrinya sendiri pada 1 November 2020 pukul 11 malam. Tersangka mengaku mendapat bisikan gaib mengenai perselingkuhan sang istri, dan disuruh membunuh korban di dalam bisikannya itu.

Tersangka kemudian membunuh istrinya dengan menggunakan cobek yang dipukulkan ke kepala korban. Akibatnya, korban mengalami pendarahan hebat hingga kehilangan nyawanya.

5. Pembunuhan Sadis di Temanggung

Seorang nenek berusia 72 tahun dibunuh secara sadis oleh anak dan menantunya, yang berinisial SP dan HM pada 22 Agustus 2020 lalu. Kepada polisi, SP mengaku mendapat bisikan gaib untuk membunuh ibunya. Padahal, korban merasa tidak tega. Namun, ia harus melakukannya.

Awalnya, SP memukul bagian kepala sebelah kiri menggunakan tongkat milik korban. Kedua tersangka lantas membopong korban dan membawaya ke pohon rambutan yang ada di belakang rumah. Setelah menggantung tubuh korban dengan menggunakan seutas tali, tersangka masuk ke dalam rumah dan mengabarkan kepada adiknya terkait kondisi sang ibu.

Polisi yang datang ke TKP pun menemukan kejanggalan, karena terdapat luka di bagian dahi korban. Kemudian, bekas jeratan di leher korban juga tak lazim terdapat pada korban yang bunuh diri.

Maka, autopsi dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Korban dilaporkan meninggal akibat lemas karena adanya tekanan pada leher. Polisi pun melakukan penyelidikan dan para tersangka mengakui perbuatannya.

(Ajeng Wirachmi/Litbang MPI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini