Satgas Covid-19 Kembangkan Sistem Pemantauan Protokol Kesehatan, Ini yang Dilakukan

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 14 Juli 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 337 2440512 pantau-kepatuhan-prokes-satgas-covid-19-sudah-monitoring-558-juta-orang-t3azsVTVUQ.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan sejak September 2020, sebanyak lebih dari 558 juta orang terpantau dalam monitoring kepatuhan protokol kesehatan. Jumlah itu merupakan akumulasi dari sistem pemantauan yang dilakukan Satgas Covid-19.

“Sampai dengan hari ini sejak September 2020, sudah lebih dari 558 juta orang dipantau. Dan kita sudah menerima laporan lebih dari 184 juta laporan. Jadi kalau berbicara ini sudah masuk ke BIG data sebenarnya. Sudah 184 juta laporan kita terima disini,” ungkap Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah secara virtual, Rabu (14/7/2021).

Dewi menjelaskan bahwa sejak bulan September, Satgas Covid-19 telah mengembangkan sistem pemantauan protokol kesehatan untuk seluruh wilayah Indonesia. “Bisa kita lihat bahwa di Satgas Penanganan Covid-19, ini sudah kita sampaikan sejak bulan September 2020 telah mengembangkan sebuah sistem pemantauan protokol kesehatan untuk seluruh wilayah Indonesia.”

“Terutama berkolaborasi dengan para personel TNI, Polri, Duta perubahan perilaku, relawan Satgas dan sekarang ditambah dengan anggota Posko jumlahnya saat ini sudah mencapai 461.655 personil di seluruh wilayah Indonesia,” paparnya.

Apa yang mereka lakukan? “Yang mereka lakukan adalah memantau kepatuhan terutama menggunakan masker dan menjaga jarak di lokasi-lokasi kerumunan. Contohnya di mall, di restoran di perkantoran, di pasar, tempat wisata dan lain sebagainya,” kata Dewi.

Saat ini, kata Dewi, Satgas setiap hari telah mendapatkan 1 juta laporan tentang kepatuhan protokol kesehatan.

“Dan setiap hari ini kurang lebih ada hampir sekitar 1 juta laporan diterima setiap hari. Dan ini sudah kita dapatkan di 514 kabupaten kota di 34 provinsi wilayah Indonesia. Ini yang kita dapatkan datanya realtime setiap hari sistematis semuanya juga dapat melihat dari pemerintah daerah sampai dengan pemerintah pusat.”

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini