Rosita Noer Meninggal Dunia, Lemhannas Kehilangan Salah Satu Putri Terbaiknya

Tim Okezone, Okezone · Selasa 13 Juli 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 337 2439970 rosita-noer-meninggal-dunia-lemhannas-kehilangan-salah-satu-putri-terbaiknya-JaBPgqPnOK.jpg Aktivis HAM yang juga tenaga profesional Lemhannas Rosita S Noer meninggal dunia (Ist)

JAKARTA - Lemhannas RI kehilangan salah satu putri terbaiknya, yaitu Dr Rosita S Noer, MA. Tenaga Profesional Bidang Geopolitik dan Wawasan Nusantara Lemhannas itu meninggal pada Minggu, 11 Juli 2021.

Berdasarkan siaran pers dari Lemhannas, Dr Rosita Noer, yang bernama lengkap Rosita Sofyan Noer lahir pada 28 September 1947 di Padang Panjang, Sumatera Barat. Rosita adalah seorang dokter (ahli kesehatan), pengusaha, aktivis HAM dan politisi Indonesia mengabdi di Lemhannas RI sejak 1997.

Sosok pengajar cerdas dan kritis ini adalah lulusan Fakultas Kedokteran UI, Fakultas Ekonomi UI, INSEAD dan Columbia University, International Relatios JFK School of Government Harvard University, dan Alumni KSA VI Lemhannas RI 1996.

Ia juga pernah menduduki jabatan sebagai anggota MPR RI, pengurus Iluni UI, Wakil Ketua Umum IKAL Lemhannas, Pengurus Kadin Indonesia. Ia pernah duduk sebagai komisioner pada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang pernah dibentuk pemerintah Indonesia untuk menyelidki peristiwa Mei 1998. Sampai akhir hidupnya selain aktif di Lemhannas, Dr. Rosita juga memimpin sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bernama Organisasi Kesatuan Bangsa serta menjadi Ketua Kesatuan Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa.

“Selama 24 tahun berkarya di Lemhannas RI, almarhumah menunjukkan dedikasi dan loyalitasnya yang luar biasa,” kata Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.

Agus melanjutkan, Rosita dan Lemhannas RI merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan. Berbagai kegiatan Lemhannas, seperti Jakarta Geopolitical Forum turut menjadi saksi bagaimana integritas Rosita mencurahkan perhatian dan pemikirannya bagi Lemhannas.

Baca Juga : Serukan Semangat Nasionalisme, 900 Pemuda Ikuti Gebyar Wawasan Kebangsaan

“Berkali-kali dan kepada banyak pihak sebelum meninggal, almarhumah menyampaikan keinginannya untuk disemayamkan di Lemhannas sebelum dimakamkan,” ucap Agus.

Ingatan-ingatan soal obrolan serius dan candaan dengan Dr Rosita juga terlintas di pikiran Wakil Gubernur Lemhannas RI, Marsdya TNI Wieko Syofyan. Ada dua kali almarhumah menyampaikan amanat terakhirnya, saat sedang bersama-sama mendampingi peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) dalam kegiatan Studi Strategis Luar Negeri (SSLN) ke Rusia tahun 2019, dan tahun 2020 saat minum kopi bersama saat waktu senggang di di ruang kerja Wagub.

“Beliau menyampaikan berharap sekali mendapat kesempatan untuk disemayamkan di Lemhannas RI apabila beliau wafat. Saya cukup tertegun mendengarnya dan segera mengalihkan pmbicaraan karena saya tahu kalau kesehatan Beliau memang cukup serius untuk menjaganya dengan baik,” tutur Wieko.

Akan tetapi, ketika berpulang ke pangkuan Tuhan YME pada 11 Juli 2021 lalu pemerintah tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan WFH 100 persen sehingga Lemhannas tidak dapat memenuhi keinginan almarhumah. Untuk itu, bentuk persemayaman dan penghormatan terakhir kepada Dr Rosita diganti dengan lintasan terakhir kereta jenazah yang membawa jenazah almarhumah pada 12 Juni 2021 di halaman Gedung Trigatra, Lemhannas menuju pemakaman di Tanah Kusir, Jakarta.

Penghormatan terakhir diberikan oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Wieko Syofyan, Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhannas RI Prof Dr Ir Reni Mayerni, MP, serta Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam dan Ketahanan Nasional Lemhannas RI Prof Dr Ir Dadan Umar Daihani, DEA.

“Selamat jalan menuju keabadian Dr Rosita, beristirahatlah dalam damai. Kami akan selalu mengenang jasa-jasamu.” 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini