Alat Memandikan Jenazah Gus Dur Pernah Ditawar Rp50 Juta

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 13 Juli 2021 06:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 337 2439709 alat-memandikan-jenazah-gus-dur-pernah-ditawar-rp50-juta-2v24h495HM.jpg Gus Dur (Foto : Istimewa)

PADA 30 Desember 2009, Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, meninggal dunia. Gus Dur mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, pada Rabu 30 Desember 2009, sekira pukul 18.45 WIB.

Gus Dur masuk rumah sakit karena kondisi kesehatannya menurun setelah melakukan perjalanan ziarah ke makam sejumlah ulama di Jawa Timur.

Selama perawatan, kondisinya sempat membaik. Tapi pada hari itu sekira pukul 11.30 WIB, kesehatannya kembali memburuk terkait komplikasi penyakit yang dideritanya, yaitu ginjal, diabetes, stroke, dan jantung.

Pukul 18.15 WIB, tim dokter menyatakan bahwa kesehatan Gus Dur dalam kondisi kritis. Setengah jam kemudian, Gus Dur meninggal dunia.

Baca Juga : Kuli Bangunan yang Dipecat Gegara Tak Pakai Masker Dapat Tawaran Usaha

Jenazah Gus Dur dimakamkan pada pukul 13.25 wib di pemakaman keluarga Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis 31 Desember 2009.

Upacara pemakaman secara militer ini dipimpin oleh inspektur upacara Presiden RI Susilo Bambang Yodhoyono.

Sesaat setelah jenazah Gus Dur dimandikan. Tiba-tiba ada seorang yang mengaku pengusaha dari Jawa Timur datang menemui keluarga Gus Dur.

Ia bermaksud membeli papan dan aneka alat yang dipergunakan untuk memandikan Gus Dur. Pembeli ini ngotot membeli dan mengajukan tawaran harga awal sebesar Rp5 Juta.

Melihat gelagat keluarga Gus Dur tak mau menjualnya, ia menaikkan tawaran hingga Rp15 juta.

Lalu naik lagi Rp25 Juta dan terakhir Rp50 Juta. Tapi keluarga Gus Dur tak akan menjual papan dan aneka perkakas yang dipakai untuk memandikan Gus Dur.

"Keluarga Gus Dur tidak mau menjual karena khawatir akan digunakan untuk hal –hal yang menjurus ke syirik,”ungkap Dimas Cokro, Penguru Silat Pagar Nusa Jombang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini