Kejagung Minta Habib Rizieq Diperiksa di Kasus Munarman, Ini Kata Kuasa Hukum

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Senin 12 Juli 2021 23:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 337 2439648 kuasa-hukum-segera-sampaikan-permintaan-jaksa-yang-minta-hrs-diperiksa-dalam-kasus-munarman-5xacUYB1JE.jpg Habib Bahar bin Smith. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab menyatakan belum mengetahui terkait Kejaksaan Agung yang meminta Polri memeriksa kliennya dalam perkara dugaan tindak pidana terorisme Munarman.

Anggota tim kuasa Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar mengatakan, saat ini Habib Rizieq Shihab yang berada di Rutan Bareskrim Polri belum mengetahui hal tersebut.

"Habib Rizieq belum mengetahui terkait permintaan jaksa yang meminta beliau diperiksa. Akan segera disampaikan ke Habib Rizieq," kata Aziz saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Senin (12/7/2021).

Atas dasar tersebut, pihaknya belum memberikan komentar terkait petunjuk jaksa peneliti berkas Kejaksaan Agung kepada Polri itu. "Belum bisa berkomentar lebih lanjut," ujarnya.

Baca Juga : Jaksa Minta Habib Rizieq Diperiksa di Kasus Dugaan Terorisme Munarman

Sebelumnya Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan Kejaksaan Agung mengembalikan berkas perkara Munarman ke penyidik.

Menurut Ramadhan jaksa peneliti menyatakan berkas perkara Munarman belum lengkap atau P-19 sehingga meminta penyidik melengkapi dengan petunjuk di antaranya menambah saksi-saksi.

"Pemeriksaan saksi-saksi tambahan yaitu pemeriksaan terhadap Saudara HRS, SL, dan HU. Serta beberapa saksi lainnya yang sudah ditahan di rumah tahanan teroris Cikeas," tutur Ramadhan.

Bila penyidik sudah memenuhi petunjuk jaksa peneliti maka berkas perkara dugaan tindak pidana terorisme Munarman dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme baru dinyatakan lengkap atau P21. Sebagai informasi, Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada Selasa (27/4/2021) di perumahan Modern Hills, Pamulang, Tangerang Selatan lalu digelandang ke Polda Metro Jaya.

Munarman dijerat UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme atas kegiatan sumpah setia kepada ISIS saat kegiatan di Makassar, Sulawesi Selatan pada tahun 2015. Munarman sebelumnya termasuk anggota tim kuasa hukum Rizieq, Sobri Lubis, dan Haris Ubaidillah yang jadi terdakwa dalam kasus dugaan tindak pidana kekarantinaan kesehatan kerumunan Petamburan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini