Lagi, 10 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Isty Maulidya, Okezone · Senin 12 Juli 2021 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 337 2439432 lagi-10-juta-bahan-baku-vaksin-sinovac-tiba-di-indonesia-TKFxh6ozPM.jpg Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto :Ist)

TANGERANG - Sebanyak kurang lebih 10 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (12/7/2021) siang. Puluhan juta bahan baku vaksin itu akan diolah kembali oleh PT Biofarma menajdi vaksin siap pakai.

"Kita kembali kedatangan 10 juta 280 dosis bahan baku vaksin sinovac termasuk over fill atau ekstra 10 dan 1 RKN Reagen, yang nanti akan diolah oleh biofarma," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan persnya.

Menkes menuturkan, dengan kedatangan bahan baku vaksin kalin ini, Indonesia telah memiliki bahan baku vaksin Sinovac sebanyak 115.500.280 dosis. Dalam sebulan ke depan vaksin Sinovac siap pakai yang dimiliki Indonesia sebanyak 93 juta dosis.

"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang mendukung kedatangan vaksin ini hingga pendistribusiannya ke seluruh provinsi," ujarnya.

Baca Juga : Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Markas Satuan Elite Satbravo 90, Target 2.000 Warga Per Hari

Program vaksinasi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19 dengan cara membentuk kekebalan kelompok. Selain itu, kedatangan vaksin ini akan membantu pemerintah pusat untuk mencapai target 2 juta vaksin dalam satu hari.

"Termasuk memenuhi target 2 juta vaksin per hari di bulan Agustus. Percepatan vaksinasi menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk menanggulangi lonjakan kasus," katanya.

Menkes juga mengimbau masyarakat untuk ikut membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan, serta mematuhi kebijakan pemerintah dan juga mengikuti program vaksinasi yang saat ini tengah berjalan.

"Mari masyarakat bergotong royong dengan untuk menyukseskan program vaksinasi. Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang sudah tersedia," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini