2 Teroris Kelompok Ali Kalora Tewas Usai Baku Tembak dengan Prajurit TNI

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 11 Juli 2021 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 337 2439008 2-teroris-kelompok-ali-kalora-tewas-usai-baku-tembak-dengan-prajurit-tni-T13sGXQJq7.jpg Prajurit TNI Koopsgabsus Tricakti buru kelompok MIT Ali Kalora. (Ist)

JAKARTA - Sebanyak dua teroris MIT (Mujahidin Indonesia Timur) atau jaringan Ali Kalora tewas setelah baku tembak dengan Prajurit TNI Koopsgabssus Tricakti. Peristiwa baku tembak antara Prajurit TNI dengan kelompok teroris MIT terjadi di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulteng, Minggu (11/7/2021).

Panglima Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus) Tricakti Mayjen Richard TH Tampubolon membenarkan Informasi tersebut. Richard Tampubolon membeberkan, peristiwa baku tembak terjadi setelah tim Tricakti yang dipimpin Lettu Inf David Manurung berhasil menyusup ke lokasi persembunyian dan camp teroris Poso.

Ia melanjutkan, ada lima anggota TNI yang berhasil menyusup ke persembunyian teroris Poso dengan melewati medan sulit serta hutan lebat. Tim Tricakti berhasil mengendus bekas-bekas jejak yang ditinggalkan kelompok MIT sampai pada titik aman untuk melakukan penyergapan.

"Tim Tricakti berhasil mendekati camp kelompok teroris MIT secara senyap dan penuh kerahasiaan, bahkan seluruh anggota Tim harus merayap ke sasaran sejauh 500 meter sejak pukul 22.00 Wita tadi malam sampai dengan penyergapan pukul 03.00 Wita," ujar Richard Tampubolon melalui keterangan resminya, Minggu (11/7/2021).

Selanjutnya, Panglima Koopsgabssus Tricakti menggambarkan, sekira jarak 5 meter dari posisi pengintaian Tricakti, terlihat camp teroris MIT agak samar karena kondisi cuaca gelap yang disertai hujan. Lima teroris MIT Poso saat itu dalam posisi sedang istirahat.

Baca Juga : Persempit Pergerakan Kelompok MIT, Satgas Madago Raya Gelar Operasi Skala Besar

Setelah diyakini benar lokasi tersebut tempat persembunyian teroris jaringan Ali Kalora, Dantim Tricakti 2 Lettu Inf David Manurung langsung memberikan perintah untuk membuka tembakan guna melumpuhkan kelompok MIT tersebut.

"Dalam peristiwa penyergapan pagi ini ada sekitar lima orang kelompok teroris MIT sedang beristirahat, dengan tewasnya dua orang tersebut (Rukli dan Ahmad Panjang) di duga ada juga yang melarikan diri," ujarnya.

Richard meyakini bahwa ada yang terluka dari tiga orang yang melarikan diri di tengah kegelapan di hutan lebat tersebut. Hal ini diyakini dari bekas ceceran darah yang pagi ini terlihat di sekitar TKP. Hingga saat ini, tim masih terus melakukan upaya pengejaran terhadap anggota teroris lainnya.

Baca Juga : Buru Kelompok MIT Ali Kalora, Operasi Madago Raya Kembali Diperpanjang

"Saat ini juga sedang menunggu evakuasi udara oleh Pilot Tempur Helly Caracal TNI AU, namun hingga saat ini evakuasi masih terhalang cuaca yang berkabut (close) di lapangan serta medan dengan vegetasi lebat dan tertutup sehingga menyulitkan proses evakuasi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini