Sepekan PPKM Darurat, Penumpang Jarak Jauh Turun 69%

Mohamad Yan Yusuf, MNC Portal · Minggu 11 Juli 2021 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 337 2439005 sepekan-ppkm-darurat-penumpang-jarak-jauh-turun-69-qobesQsQJk.jpg Penumpang kereta api. (Dok Ist)

JAKARTA - Sepekan pertama penerapan PPKM darurat, pengguna jasa Kereta Api Jarak Jauh menurun 69 persen dibandingkan pada Juni 2021.

Hal itu diungkapkan Vice President Public Relation PT KAI Joni Martinus. Ia menjelaskan, dari data yang dihimpun pihaknya, selama sepekan penumpang kereta api jarak jauh hanya 11.864 orang. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan Juni yang mencapai 38.282 penumpang selama sepekan.

Joni mengatakan, ini merupakan konsekuensi dari sejumlah aturan yang diberlakukan pihaknya di masa penerapan PPKM Darurat. Salah satunya pengurangan jumlah perjalanan dari 122 di bulan Juni, menjadi hanya 57 perjalanan di masa PPKM Darurat.

“KAI mendukung penuh upaya pemerintah untuk menekan mobilitas atau pergerakan masyarakat di masa PPKM Darurat dalam rangka menghambat penyebaran Covid-19,” kata Joni dalam siaran persnya, Minggu (11/7/2021).

Selain dengan menurunkan jumlah perjalanan kereta per harinya, pihaknya juga memberlakukan jumlah penumpang di dalam gerbong, yakni 70 persen dari total tempat duduk dalam satu rangkaian kereta.

Termasuk soal persyaratan, tercatat selama PPKM Darurat penggunaam GeNose 19 dihapuskan dan masa berlaku tes antigen dan tes PCR dikurangi waktunya.

Baca Juga : 6.210 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran

"Penumpang KA jarak jauh diwajibkan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Khusus perjalanan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa, pelanggan juga diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya melakukan tracing secara ketat selama di dalam gerbong. Para penumpang harus dalam kondisi sehat dan tidak berpenyakit flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam. Selain itu, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat Celsius, serta memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

“Bagi pelanggan yang tidak dapat menunjukkan dokumen persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan, maka tidak diperbolehkan naik KA dan tiket akan dikembalikan 100%,” kata Joni.

KA Lokal seperti KRL

Selain memberlakukan terhadap KA Jarak Jauh, Joni juga mengatakan penurunan drastis akan terjadi pada penumpang KA Lokal. Sebab, mulai periode 12 s.d 20 Juli KAI hanya memperbolehkan pekerja dari sektor esensial dan sektor kritikal yang dapat menggunakan KA Lokal pada masa PPKM Darurat.

Setiap pelanggan KA Lokal wajib menunjukkan surat tanda registrasi pekerja atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat, atau surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

“Pada masa PPKM Darurat, KAI fokus untuk menekan mobilitas masyarakat melalui Kereta Api namun tetap menyediakan konektivitas bagi masyarakat diperbolehkan sesuai persyaratan yang ditentukan," tutup Joni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini