262 Rumah di Aceh Jaya Terendam Banjir, 452 Jiwa Terdampak

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Minggu 11 Juli 2021 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 337 2438972 262-rumah-di-aceh-jaya-terendam-banjir-452-jiwa-terdampak-1tfNjiPxUW.jpg Banjir di Aceh Jaya, Aceh. (BNPB)

JAKARTA - Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, meluas akibat luapan Sungai Krung Masin. Sungai itu meluap setelah hujan turun dengan intensitas tinggi pada Sabtu (10/7/2021).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan, berdasarkan laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Jaya, 262 rumah terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 20-70 sentimeter.

"Banjir tersebut juga telah berdampak pada 452 jiwa yang tinggal di dua desa dan enam gampong di Kecamatan Darul Hikmah," kata Abdul dalam keterangan tertulis.

Rincian wilayah yang terdampak banjir tersebut meliputi Desa Lam Tengoh, Desa Panton Krueng, Gampong Baro, Gampong Alue Gajah, Gampong Gunong Cut, Gampong Ujong Rimba, Gampong Sayeung dan Gampong Babah Dua.

"BPBD Aceh Jaya telah meninjau lokasi, melakukan kaji cepat dan membantu proses evakuasi para warga yang terdampak bersama tim gabungan dari lintas instansi terkait," ujarnya.

Abdul menyebut, kebutuhan yang mendesak di lapangan adalah sembako bagi para warga terdampak.

"Hingga siaran pers ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Cuaca masih dilaporkan berawan hingga hujan dengan intensitas ringan dan banjir belum surut," katanya.

Baca Juga : Banjir di Aceh Besar Berangsur Surut, Sebagian Warga Telah Kembali ke Rumah

Sementara itu, berdasarkan hasil prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Aceh masih berpotensi terjadi hujan lebat dan dapat disertai kilat/petir serta angin kencang hingga Selasa (13/7/2021).

Selain Aceh, wilayah lain yang juga berpotensi mengalami kondisi cuaca yang sama hingga dua hari ke depan meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung.

Selanjutnya Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua.

Berdasarkan hasil prakiraan cuaca tersebut, maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah mulai dari Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala Desa hingga tingkat Ketua RT/RW, agar dapat mengambil kebijakan yang dianggap perlu dalam rangka peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat, melakukan upaya mitigasi dan selalu memantau informasi perkembangan cuaca dari infoBMKG maupun wilayah risiko bencana melalui inaRisk BNPB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini