Vaksinasi Covid-19 Indonesia Tembus Angka 50 Juta Suntikan

Binti Mufarida, Sindonews · Minggu 11 Juli 2021 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 11 337 2438951 vaksinasi-covid-19-indonesia-tembus-angka-50-juta-suntikan-xbc4CZiETu.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTAVaksinasi Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 50 juta suntikan, demikian diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

“Saya sampaikan adalah bahwa program vaksinasi di Indonesia sudah berjalan cukup cepat akhir-akhir ini. Data terakhir saya lihat kita sudah menembus 50 juta suntikan dan mencapai 52 juta suntikan,” ungkap Budi secara virtual, Minggu (11/7/2021).

BACA JUGA: Minggu Depan, 1,47 Juta Tenaga Kesehatan Mulai Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga

“10 juta pertama kita capai dalam waktu 8 minggu, 10 juta berikutnya dalam waktu 4 Minggu, dan sebagai informasi Bapak, Ibu, 10 juta yang terakhir sudah kita capai dalam 12 hari,” kata Budi.

Budi pun mengharapkan vaksinasi Covid-19 di Indonesia terus-menerus menambah jumlah suntikan dan orang yang disuntik ke depannya supaya lebih cepat lagi.

“Per kemarin sudah 38 juta rakyat Indonesia mendapatkan vaksinasi yang pertama atau 20% dari total target populasi suntik yaitu sebesar 181,5 juta rakyat Indonesia,” kata Budi.

Bahkan, kata Budi, beberapa provinsi seperti Bali sudah lebih dari 70% rakyatnya menerima suntikan yang pertama. “Demikian juga untuk DKI Jakarta sudah lebih dari 50% rakyatnya mendapatkan suntikan pertama,” paparnya.

BACA JUGA: Belum Akses Data Dukcapil, Vaksinasi Covid-19 Rawan Diselewengkan

“Saya melihat ini adalah suatu pesta yang komparable dengan banyak negara-negara bagian atau provinsi-provinsi atau kota-kota besar event di negara maju di seluruh dunia untuk bisa lebih dari 70% atau 50% mendapatkan suntikan yang pertama,” katanya.

Budi pun mengharapkan dengan datangnya Moderna hari ini, bisa mempercepat vaksinasi.

“Bapak ibu ketahui dari 363 juta dosis yang harus kita suntikan, di Juni kita menerima 70 juta dosis. Jadi di semester kedua ini akan ada lebih dari 290 juta dosis yang datang yang harus kita suntikkan dalam 6 bulan. Jadi laju penyuntikannya akan lebih cepat,” ungkapnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini