Kisah Cinta Raden Wijaya dengan 4 Putri Kertanegara dan Dara Petak

Doddy Handoko , Okezone · Jum'at 09 Juli 2021 06:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 337 2437890 kisah-cinta-raden-wijaya-dengan-4-putri-kertanegara-dan-dara-petak-RSfqYIZX5v.jpg (Istimewa)

SLAMET Muljana dalam bukunya Tafsir Sejarah Nagarakretagama menuliskan nenek moyang istri-istri Raden Wijaya dengan dirinya masih satu.

Dari Prasasti Mula-Malurung diketahui, Sri Kertanagara adalah putra pasangan Jayawisnuwardhana dengan Nararya Waning Hyun; Nararya Waning Hyun adalah putri Bhatara Parameswara (Mahisa Wong Ateleng).

Raden Wijaya adalah putra pasangan Rakyan Jayadarma dan Dyah Lembu Tal. Ayahnya adalah putra Prabu Guru Darmasiksa, raja Kerajaan Sunda Galuh, sedangkan ibunya adalah putri Mahisa Campaka dari Kerajaan Singhasari.

Mahisa Wonga Teleng adalah tokoh dalam Pararatob yang merupakan putra dari Ken Arok, pendiri kerajaan Tumapel (atau lebih terkenal dengan nama Singhasari). Tokoh ini merupakan ayah dari Narasinghamurti leluhur raja-raja Majapahit.

Tokoh Mahisa Wonga Teleng hanya terdapat dalam Pararaton. Sementara itu dalam prasasti Mula Manurung ditemukan nama Bhatara Parameswara raja Kadiri yang diduga identik dengannya. Prasasti ini dikeluarkan oleh cucunya dari pihak ibu yang bernama Kertanegara tahun 1255.

Menurut prasasti tersebut, Bhatara Parameswara semasa hidupnya menjadi adiguru yang dihormati di tanah Jawa. Ia memiliki putri bernama Waning Hyun yang menikah dengan Wisnuwardhana, raja Tumapel saat itu. Dari perkawinan ini lahir Kertanegara.

Dalam kitab Nagarakretagama disebutkan Raden Wijaya menikah dengan empat putri Kertanegara, yaitu Sri Parameswari Dyah Dewi Tribhuwaneswari, Sri Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhita, Sri Jayendradewi Dyah Dewi Prajnaparamita, dan Sri Rajendradewi Dyah Dewi Gayatri.

Sementara, menurut Pararaton, Wijaya hanya menikahi dua putri Kertanegara.

Berdasarkan Prasasti Sukamerta dan Prasasti Balawi, Raden Wijaya dari Gayatri alias Rajapatni, diperoleh dua anak perempuan, Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani yang berkedudukan di Jiwana (Kahuripan) dan Dyah Wiyat Rajadewi Maharajasa yang berkedudukan di Daha.

Baca Juga : Kisah Raden Wijaya Pendiri Majapahit yang Dikejar Pasukan Jayakatwang

Raden Wijaya, menurut Nagarakretagama, menikahi pula seorang istri, berasal dari Jambi di Sumatra bernama Indreswari. Berita ini didukung oleh Pararaton, Kidung Panji Wijayakrama, dan Kidung Harsa Wijaya.

Kidung Panji Wijayakrama melaporkan bahwa 10 hari setelah pengusiran pasukan Tartar (Mongol), Mahisa Anabrang yang memimpin ekspedisi ke Melayu tahun 1275, pulang membawa dua orang putri bernama Dyah Dara Petak dan Dara Jingga.

Dara Petak disebutnya sebagai sang Anwan Inapati “yang muda diperistri (oleh Baginda)”. Kedatangan kedua perempuan dari Melayu ini adalah hasil diplomasi persahabatan yaang dilakukan oleh Kertanegara kepada raja Dharmasraya di Jambi untuk bersama-sama membendung pengaruh Kublai Khan.

Atas dasar rasa persahabatan inilah Raja Dharmasraya, Srimat Tribhuwanarāja Mauliwarmadewa, mengirimkan dua cucunya, Dara Petak dan Dara Jingga, untuk dinikahkan dengan bangsawan Singasari (karena belum tahu Singasari telah runtuh). Dari Dara Petak, Wijaya memiliki anak lelaki bernama Kala Gemet.

Sementara itu, Nagarakretagama menyebut bahwa Dyah Indreswari beranak Jayanagara yang kemudian menggantikan Kertarajasa pada 1309 (Muljana, 2006: 132).

Dari dua sumber ini, dapat ditafsirkan bahwa Kala Gemet dan Jayanagara adalah orang yang sama dan juga bahwa Dyah Indeswari adalah “nama Jawa” dari Dara Petak setelah berada di Majapahit.

Tribhuwaneswari sangat ulung dalam permainan kata (mahalalita), Sri Mahadewi Narendraduhita menjadi landasan percintaan Baginda; Sri Jayendradewi, biasa disebut Prajnyaparamitā, begitu setia dan berperilaku luhur; dan Dewi Gayatri, biasa dipanggil Rajapatni, paling bungsu, sangat cantik dan paling disayangi oleh Baginda.

Hubungan Sri Kertarajasa dengan Gayatri dilukiskan bagai sepasang Dewa Siwa dengan Dewi Uma. Nama Rajapatni sendiri tercantum pada Piagam Kertarajasa tahun 1305.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini